oleh

Warga Pedalaman di Agara Keluhkan Akses Jalan Sangat Berlumpur

 

Kutacane,Radarnews.com| Warga pedalaman di Kecamatan Leuser Aceh Tenggara mengeluhkan infrastruktur jalan pada saat ini berlumpur. Kondisi jalan berdampak hasil panen mereka tidak dapat di bawa keluar pada saat ini .

Kepala Desa Bun-Bun Alas Kecamatan Leuser, Juhari, mengatakan kemedia Radarnews.com senin (25-01-21), warga merasa resah karena Mobil barang yang biasa mengangkut hasil panen warga tidak bisa melintas di karenakan kondisi jalan yang berkubang dan berlumpur, serta licin di saat musim hujan datang.

“Jika fenomena ini terus berlangsung, dikhawatirkan petani akan merugi karena hasil panen mereka tidak bisa di bawa keluar,” kata Juhari.

Banyak titik yang sulit dilintasi oleh kendaraan, diantaranya kondisi bukit bebatuan Kalap Sililang Desa Sekhakut. Selain licin dan terjal, badan jalan juga sempit.

Sebelumnya jalan itu, tidak bisa dilintasi oleh kendaraan akibat tebing tersebut longsor, Namun dua pekan lalu sudah ditangani oleh Dinas BPBD setempat.

Juhari menjelaskan, tepat di jalan tersebut, 6 unit Colt Diesel pada Sabtu (23-01-2021) kemarin harus bermalam di lokasi.

“Tidak dapat lewat karena licin sehingga harus bermalam di tengah perkebunan warga,” katanya.

Selain itu, perbukitan di Desa Paya Babi juga butuh perhatian. Bukit di sisi jalan tersebut sangat rentan akan longsor.

Sementara itu, Sekda Agara Mhd Ridwan, disaat pembukaan acara musyawarah kepengurusan PWI setempat, Kamis (21-01-2021) lalu mengatakan, belanja daerah tidak memadai untuk pembukaan jalan di wilayah leuser tersebut, sehingga berharap ada bantuan Pemerintah Aceh.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi C DPRK Agara, Rudi Mbarung mengatakan Dinas PUPR harus tanggap terhadap kondisi jalan didaerah terpencil yakni kaewasan leuser.

“Setidaknya, lakukan perawatan akses jalan teleuser, agar hasil produk petani masyarakat leuser bisa dikeluarkan dengan lancar,” ungkap Rudi Mbarung. (Yuda)Keluhkan Warga Pedalaman di Agara Akses Jalan Sangat Berlumpur

Kutacane,Radarnews.com| Warga pedalaman di Kecamatan Leuser Aceh Tenggara mengeluhkan infrastruktur jalan pada saat ini berlumpur. Kondisi jalan berdampak hasil panen mereka tidak dapat di bawa keluar pada saat ini .

Kepala Desa Bun-Bun Alas Kecamatan Leuser, Juhari, mengatakan kemedia Radarnews.com senin (25-01-21), warga merasa resah karena Mobil barang yang biasa mengangkut hasil panen warga tidak bisa melintas di karenakan kondisi jalan yang berkubang dan berlumpur, serta licin di saat musim hujan datang.

“Jika fenomena ini terus berlangsung, dikhawatirkan petani akan merugi karena hasil panen mereka tidak bisa di bawa keluar,” kata Juhari.

Banyak titik yang sulit dilintasi oleh kendaraan, diantaranya kondisi bukit bebatuan Kalap Sililang Desa Sekhakut. Selain licin dan terjal, badan jalan juga sempit.

Sebelumnya jalan itu, tidak bisa dilintasi oleh kendaraan akibat tebing tersebut longsor, Namun dua pekan lalu sudah ditangani oleh Dinas BPBD setempat.

Juhari menjelaskan, tepat di jalan tersebut, 6 unit Colt Diesel pada Sabtu (23-01-2021) kemarin harus bermalam di lokasi.

“Tidak dapat lewat karena licin sehingga harus bermalam di tengah perkebunan warga,” katanya.

Selain itu, perbukitan di Desa Paya Babi juga butuh perhatian. Bukit di sisi jalan tersebut sangat rentan akan longsor.

Sementara itu, Sekda Agara Mhd Ridwan, disaat pembukaan acara musyawarah kepengurusan PWI setempat, Kamis (21-01-2021) lalu mengatakan, belanja daerah tidak memadai untuk pembukaan jalan di wilayah leuser tersebut, sehingga berharap ada bantuan Pemerintah Aceh.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi C DPRK Agara, Rudi Mbarung mengatakan Dinas PUPR harus tanggap terhadap kondisi jalan didaerah terpencil yakni kaewasan leuser.

“Setidaknya, lakukan perawatan akses jalan teleuser, agar hasil produk petani masyarakat leuser bisa dikeluarkan dengan lancar,” ungkap Rudi Mbarung. (Yuda)

News Feed