oleh

Tingkah “Pelakor” di Gayo Lues Bikin Emosi

Oknum pelakor pajang photo suami orang di akun fecebooknya

GAYO LUES RADARNEWS- Sebutan Pelakor (Perebut laki orang) memang sudah tidak asing lagi dan sering dibahas di media sosial. Tindakan pelakor dapat berakibat merusak rumah tangga seseorang.

Tidak satu orang Istripun yang sudi jika suaminya memiliki hubungan dengan wanita lain, begitu juga dengan salah satu Ibu rumah tangga (Tidak disebutkan namanya) di Desa porang kecamatan blangkejeren Kabupaten Geyo Lues.

Setelah ibu rumah tangga ini mengetahui bahwa suaminya sering dihubungi oleh sang pelakor, dari situ api cemburu selalu membalut hatinya.

“Saya mengetahui bahwa pelakor tersebut pertama kali berhubungan dengan suami saya tepatnya pada tanggal 22 september 2018 dulu” kata ibu rumah tangga itu menceritakan pada Sabtu (08/12/18).

Semenjak dari situ sang pelakor selalu membuat emosi ibu rumah tangga asal desa porang itu, sang pelakor sering menelpon dan mengirim sms dengan nada yang kurang sopan kepada si ibu rumah tangga istri sah yang diganggu pelakor.

Ibu rumah tangga (korban pelakor) ini sering mengetahui bahwa si pelakor kerab berhubungan dengan suaminya. Dia sudah sering menegur baik melalui telepon ataupun menegur secara langsung.

“Tidak hanya melalui telepon, tapi saya sudah beberapa kali menjumpai pelakor agar tidak mengganggu suami saya lagi, namun sampai sekarang tidak dihiraukan, pokoknya tingkah pelakor itu cukup membuat emosi” ungkap korban pelakor.

Menurut Ibu rumah tangga (korban pelakor ) tersebut, wanita perusak rumah tangganya itu betul-betul ingin merebut suaminya, sampai-sampai di akun Fecebook pelakor tersebut dipasang photo suaminya.

“Di media sosial fecebook peribadi pelakor dipasang poto suami saya, tidak jelas maunya apa” kata dia.

Menurut Ibu ini, tindakan si pelakor sudah sangat keterlaluan dan selalu membuat emosi, diduga pelakor tersebut ingin menghancurkan rumah tangganya.

Diketahui, ternyata oknum pelakor tersebut berinisial KM alias MKN, sementara tinggal di Desa Penampaan Toa Kecamatan Blangkejeren kabupaten Gayo Lues.

Walaupun sang pelakor tinggal di Penampaan, tapi dia bukan warga penampaan, hal ini di jelaskan oleh Kepala desa setempat melalui Kepala dusun belah imen atas nama Esa.

“Dia bukan warga penampaan, memang dia tinggal di Desa ini dengan status menumpang di rumah rekanya” papar kadus Esa kepada media ini. Sabtu (08/12/18).

Dijelaskan kadus belah imem, bahwa wanita yang dituding sebagai pelakor itu, tidak ada membawa dokumen untuk persyaratan agar bisa menjadi warga penampaan toa, itu artinya wanita tersebut bukan warga penampaan

“Apapun yang terjadi kepada wanita itu, diluar tanggung jawab kami, karena dia bukan warga penampaan” tambah kadus

Jika terbukti wanita tersebut merusak citra desa Penampaan Toa, pihaknya tidak segan-segan mengusir oknum yang dimaksut dari desa bersangkutan.

Kemudain Wanita (Korban pelakor) berharap kepada prangkat desa penampaan Toa agar jangan menampung wanita seperti itu (pelakor), untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. (TIM).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed