oleh

Tersangka Pembunuhan di Pantan Cuaca Minum Darah dan Kencingi Jasad Korbannya

Tersangak GOK memperagaakan adegan pembunuhan yang dilakaukan di Halaman Mapolres Gayo Lues

GAYO LUES RADARNEWS– Ariska Afendi alias GOK (25 tahun) warga Kampung Kute Baru Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah tersangka yang membunuh mantan Istrinya Sawari (17 tahun) warga Desa Badak Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues pada jumat 28 Desember 2018 lalu memperagakan adegan aksi bejatnya itu.

Ada 27 adegan yang diperagakan GOK hasil pemeriksaan secara Rekontruksi oleh Jajaran Polres Gayo Lues. Adegan Pra Rekontruksi yang dilakukan tersangka terhadap mantan Istrinya digelar di Halaman Mapolres Gayo Lues, Rabu (4/11), langsung dihadiri Kapolres setempat AKBP Carlie Syahputra Bustamam. S. I. K, MH. Wakapolres Kompol Muhammad Wali ST, serta Kasat Reskrim.

Dari pengakuan tersangka, alasannya melakukan pembunhuan hanya karena persoalan asmara. GOK sakit hati lantaran orang tua mantan Istrinya kurang setuju dengan hubungan mereka sebagai sepasang suami istri lalu GOK gelap mata tega menghabisi nyawa mantan sang istri.

Tersangka membunuh perempuan asal Desa badak itu dengan cara menikam berkali-kali mengunakan sebilah pisau di sekujur tubuhnya, mulai dari bagian dada hingga kaki, bahkan GOK tidak ingat berapa kali dia menikam mantan Istrinya. Sadisnya lagi, selain membunuh dengan beberapa tikaman, tersangka juga meminum darah korban serta mengencingi jasadnya.

Tersangka GOK mengakui, bahwa ketika dirinya membuang jasad korban, Dia dibantu oleh seorang rekannya Inisial JN, yang saat ini sudah menjadi DPO Polres Gayo Lues.

GOK Bertemu dengan JN ketika GOK akan menjual Sepeda motor milik korban di Aceh Tengah, setelah Sepeda Motor terjual, GOK dan JN menyewa sebuah Mobil Minibus Suzuki AVP warna Silper, merekapun menuju bur ise-ise Kecamatan Pantan Cuaca lokasi jasad korban ditinggalkan.

Awalnnya JN tidak tau tetang perbuatan tersangka, namun di perjalanan di atas mobil menuju lokasi jasad korban ditinggalkan GOK pun bercerita tentang kejadian sebenarnya. Kendadi demikaian JN tetap bersedia membantu GOK mengangkat jasad korban kedalam Mobil untuk dibuang.

Dari lokasi pembunuhan, tersangka GOK bersama rekannya memabawa jasad Sawari mengunakan mobil ke sebuah hutan di pengunungan Kampung Ise-ise Kecamatan Lige Kabupaten Aceh tengah, disana jasad korban diletakan dekat sebuah tebing.

Dari tempat tempat mobil diparkirkan ke tebing tempat jasad sawari dibuang berjarak 100 meter, Jasat wanita malang itu diangkat dan dibuang GOK dan JN. Usai diletakan, jasad korban di tepi jurang tersrbut, GOK meminta JN kembali ke mobil dan meninggalkannya bersama jasad sawari.

Tidak sampai disitu, sebelum jasad korban ditinggalakan, GOK kembali menikam berulang kali bagian dada mantan istrinya itu meskipun sudah dalam keadaan tidak bernyawa, lalu kemudian Ia pun kembali ke Aceh tengah bersma rekannya mengunakan mobil AVP itu.

Terkait persoalan ini, Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam. S. I. K, MH menjelaskan tersangak GOK dikenakan Pasal 340 junto Pasal 351 ayat 3.

Sementara untuk rekan tersangka sudah menjadi DPO oleh polres dan sedang dilakukan pencarian. ” Untuk rekan tersangka sudah tidak berada di Aceh lagi, dan menurut informasi yang kami peroleh dia bukanlah warga Aceh”, terang Kapolres. (Syukri)

 

 

 

 

 

 

News Feed