oleh

Terkait Proyek Multiyears, DPRA Dinilai Tidak Berpihak Kepada Rakyat 

Sejumlah pemuda di kecamatan trangun, kritik DPRA

GAYO LUES RADARNEWS– Salah satu daerah yang menjadi sasaran proyek Tahun Jamak (Multiyears) adalah Kabupaten Gayo Lues, tentunya meliputi pembangunan infrastruktur jalan seperti, Peurelak – Lokop, Batas Gayo Lues sepanjang 107,30 KM, dan ruas jalan batas Aceh Timur- Pining – Blangkejeren sepanjang 61,42 KM.

Kemudian, ruas jalan Blangkejeren – Persada Tongra – Batas Aceh Barat Daya sepanjang 90,15 KM, dan ruas jalan Babahrot – Batas Gayo Lues sepanjang 27,57 KM.

Maka jika dengan beberapa lintas Kabupaten ini dikerjakan infrastruktur jalannya, tentu sangat menguntungkan bagi masyarakat di wilayah bagian tengah khususnya Kabupaten Gayo Lues, apalagi memang lintas jalan ini adalah urat nadi daripada perekonomian masyarakat Kabupaten Gayo Lues.

“Selaku pemuda dan masyarakat Kabupaten Gayo Lues tentunya kami mendukung penuh keberlanjutan paket proyek tahun jamak (Multiyears) dan mengapresiasi kebijakan PLT Gubernur Aceh untuk terus melanjutkan pengerjaan proyek mutiyears. Karna proyek ini sudah lama menjadi impian dan dambaan masyarakat pedalaman Aceh, untuk memutus keterisoliran serta sebagai penunjang kekuatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pedalaman terutama Gayo Lues “. Sebut Mustami.

Sampai saat ini paket proyek tahun jamak ( Multiyears ) tidak semua pihak mendukung artinya ada yang pro dan ada juga yang kontra, seperti Dewan Perwakilan Rakyat Aceh ( DPRA ) yang sampai saat ini tidak sependapat dengan PLT Gubernur Aceh tentang proyek multiyears dengan dalih adanya mekanisme pengangaran yang dilanggar dan juga penyusunannya terlalu terburu-buru.

” Dan kami menyayangkan dan menentang sikap lembaga DPRA yang melakukan pembatalan secara sepihak. Hal itu menunjukkan ketidak berpihakan lembaga DPRA terhadap kepentingan rakyat Aceh bagian tengah tentunya pembangunan yang tidak bersifat keadilan dan merata di seluruh pelosok Aceh ( Diskriminatif Keadilan )

Masyarakat Aceh bagian tengah khususnya Gayo Lues juga mengecamkan keras tindakan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh ( DPRA) ketika sidang interpelasi yang dihadiri oleh PLT Gubernur Aceh yang sempat menyerang pribadi PLT Gubernur Aceh tersebut.

Dan juga pihaknya jika memang proyek ini akan terus dibatakan oleh sepihak maka kita masyakarakt Aceh bagian tengah khususnya Kabupaten Gayo Lues akan bersikap dan mendukung penuh pemisahan diri dari provinsi Aceh tentunya dengan membentuk Provinsi baru yang sempat di gaungkan yaitu Provinsi ALA ( Aceh Leuser Antara ). Tutupnya.

Samsul Bahri.

News Feed