oleh

Teradisi “Berupuh Kerung” Terus melekat Pada Diri Orang Gayo

GAYO LUES RADAR NEWS-Kebiasaan “Berupuh Kerung” (memakai kain sarung) sejak dahulu hingga kini masih terus melekat pada diri masyarakat suku Gayo, umumnya masyarakat Gayo Lues.

Teradisi ini sudah menjadi ciri khas bagi masyarakat yang tinggal di Daerah yang akrab disebut Negeri seribu bukit ini.

Upuh kerung (kain sarung) yang memiliki multi pungsi, memang sudah lazim di pakai oleh semua kalangan di Gayo Lues, baik orang tua, pemuda maupun para ibu-ibu.

Kain sarung ini dipakai terkadang tidak harus mengenal tempat dan waktu, tidak peduli di Kota ataupun di Desa, kain sarung tetap menempel ditubuh pemiliknya.

Seperti halnya pantauan RADAR NEWS ini, di pajak terpadu ada beberapa warga yang menggunakan kain sarung ketika berbelanja di pajak tersebut tepatnya Jum’at (30/03/18).

Mungkin bagi warga yang datang dari luar Gayo Lues, menganggap hal ini unik, namun bagi Masyarakat setempat hal biasa.

Sebahagian Masyarakat Gayo Lues berpendapat bahwa memakai kain sarung ini ada beberapa manfaat, diantaranya melindungi tubuh dari cuaca dingin, sebagai penutup bagian tubuh bila ada acara pesta atau kenduri sebagai lambang adap sopan terhadap orang lain, dan masih banyak banyak lagi pungsinya yang lain.(Syukri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed