oleh

Tak Mengaku Corona, SN Hebohkan Dunia Maya. Agar Tidak Bias Ketua IDI Angkat Bicara 

Ketua Idi Gayo Lues dr Safwan (tengah) didampingi para kabid dari dinas Kominfo Gayo Lues saat mengelar konferensi per. Yang mengenakan peci SN

Liputan : Syukri

GAYO LUES RADARNEWS- SN (18 tahun) remaja asal desa Singah mulo kecamatan Putri betung yang sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Muhammad Ali Kasim (RSUMAK) Gayo Lues, pasien terpapar covid-19 membuat heboh dunia maya khususnya di Kabupaten Gayo Lues, sebab meskipun sudah menjalani perawatan di rumah sakit terkait, dirinya merasa tidak terinfeksi corona (Covid-19).

Pernyataan itu dikeluarkan (SN) ketika sejumlah wartawan dari beberapa Media melakukan wawancara secara langsung di Posko Tim gugus tugas percepatan penanggulangan covid-19 Gayo Lues Bale Musara Kota Blangkejeren Sabtu (16/5), sebelum remaja ini dipulangkan oleh tim gugus ke kampung asalnya desa Singah Mulo.

Pada saat diwawancarai, SN terlihat kaku menjawab sederet pertanyaan dari para jurnalis itu, malah beberapa pertanyaanpun tidak dia jawab, hal ini diyakini lantaran remaja tersebut tidak terbiasa diwawncarai oleh para wartawan. Pernyataan yang disampaikan bahwa dirinya tidak terpapar corona spontan dia ucapakan, dengan alasan bahwa Ia memiliki riwayat peyakit lain yang gejalanya hampir sama dengan orang terinfeksi corona.

Pernyataan SN mengklaim bahwa dirinya tidak terinfeksi corona juga membuat kaget Tim gugus, wajar saja, sebab sebelum SN ditetapkan sebagai Pasien Covid-19, tenaga medis sudah melakukan rapid test sebanyak dua kali dan test swab 1 kali. Dari tahapan pemeriksaan pasien sudah terkonfirmasi terpapar corona.

Supaya tidak menjadi bias, menaggapi pernyatan SN, ketua IDI cabang Gayo Lues dr Safwan Sp.B yang merupakan juru bicara Tim Gugus covid menjelaskan, diaknosa seseorang bukan berdasarkan perasaan saja, semua pasien ditangani secara klinik disertai dengan pemeriksaan penunjang lainnya menjadi dasar untuk mengetahui penyakit seseorang, serta pemeriksaanya harus secara ilmiah, pasti dan dapat dipertanggungjawabkan, kata Safwan, Selasa (19/5)

Safwan menjelaskan, tenaga medis tidak mungkin main-main melaksanakan tugas, mereka punya tanggung jawab secara sumpah profesi. Jadi bukan hanya karena dilibatkan dalam tim gugus saja, jika seandainyapun tidak dilibatkan menagani covid ini, dalam mendiagnosa, seseorang dokter tidak akan pernah berani menegakkan diagnosa jika tidak ada kepastian secara ilmiah.

Jika ada yang meragukan tentang status mantan Pasien covid-19 Inisial SN, yang sebelumnya dirawat tenaga medis tim Gugus karena terpapar corona, bisa langsung menjumpai tim gugus serta melihat bukti yang disimpan terkait status SN sebelumnya, namun data tersebut tidak untuk disebarkan dan dikonsumsi publik secara umum.

News Feed