oleh

Soal Monopoli Pemanfaatan Air Sungai Lawe Sikap, Dewan Ingatkan PLTMH Kutacane

Kutacane,Radarnews.com| Polemik berkepanjangan terkait monopoli pihak PLTMH terhadap pemanfaatan air sungai Lawe Sikap, yang menjadi sumber utama puluhan konsumen PDAM Tirta Agara,mulai mendapat respon dari pihak dewan.

Sebelumnya, sempat terjadi tarik menarik kepentingan dan silang pendapat yang tajam antara pihak Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan PDAM Tirta Agara,pasalnya, sejak tiga bulan terakhir,pihak PDAM kewalahan memasok air bersih bagi ribuan pelanggan yang ada di seputar kawasan kota Kutacane.

Kesulitan dan seringnya pasokan air kering dan macet total pada pelanggan tersebut, ujar Dirut PDAM Tirta Agara, Edi Sabara, karena 100 persen sumber air Lawe Sikap yang mengalir dari kawasan pebukitan Mbarung dan wilayah hutan kecamatan Lawe Alas itu,semuanya dialirkan pihak PLTMH Kutacane untuk menggerakan turbin di perusahaan listrik yang baru beberapa tahun hadir di bumi sepakat segenap.

Akibatnya, pihak PDAM tak bisa memasok air pada ribuan belasan ribu warga yang tercatat sebagai pelanggan tersebut,”Seharusnya jika 30-40 % saja, sumber air Lawe Sikap dialokasikan untuk pihak PDAM Tirta Agara, perusahaan masih mempu mensuplay air bagi puluhan ribu warga di kutacane dan termasuk untuk kebutuhan pengelola wisata di pinggir sungai Lawe Sikap.Namun karena 100 persen air lawe sikap dipindahkan ke PLTMH,praktis distribusi air pada pelanggan jadi macet total.

Wakil Ketua DPRK, Jamudin Selian didampingi Ketua Komisi B,Musyadi dan T.Dedi Paisal Selian kepada Kemedia Radarnews.com,Rabu (09-06-2021) membenarkan polemik dan silang pendapat yang terjadi antara pihak PLTMH dengan pihak PDAM,terkait porsi pemanfaatan air sungai Lawe Sikap.

Berdasarkan hasil tinjauan langsung beberapa anggota dewan ke lokasi PLTMH dan sungai Lawe Sikap, yang menyebabkan terjadinya silang pendapat kedua belah pihak, dewan telah mendapati beberapa pokok persolan yang mnejadi masalah dan silang pendapat antara pihak PLTMH dengan PDAM Tirta Agara.

Aliran air sungai Lawe Sikap,ujar Paisal Selian, seharusnya mencukupi bagi puluhan ribu konsumen yang termasuk sebagai pelanggan PDAM Tirta Agara,seandainya pasokan air tersebut diberikan sebesar 30 persen saja pada pihak PDAM Tirta Agara.

Namun sayangnya, akibat hampir 100 persen pasokan air Lawe Sikap dialihkan pihak perusahaan untuk menggerakan turbin di PLTMH,praktis pasokan air ke PDAM Tirta Agara macet total,kalau ada ada sisa sumber air yang bisa dimanfaatkan, terlabeih dahulu harus mengumpulan sumber air kecil dari akar pepohonan di dekat Goa Lawe Sikap.

Padahal berdasarkan informasi akurat yang kami terima, ketika perusahaan listrik itu masuk dan memulai aktivitasnya di Aceh Tenggara, salah satu persyaratannya yakni,tidak boleh mengambil semua sumber air sungai Lawe Sikap untuk PLTMH,namun debit airnya harus disediakan sebesar 40 persen untuk keperluan PDAM, masyarakat dan pengelola wisata di Lawe Sikap.

Pun demikian,Paisal bersama anggota Komisi B dan pimpinan Dewan, telah menanyakan langsung pada Agus salah seorang pejabat atau orang kepercayaan PLTMH di Kutacane,” Intinya,kita ingin PLTMH berjalan dan PDAM Tirta Agara juga eksis melayani dan mensuplai air bagi warga dan konsumen yang ada di Kutacane,karena itu investor kita jaga dan suplai air ke PDAM juga jangan terganggu,”ujar Paisal diamini Wakil Ketua Dewan,Jamudin Selian dan Ketua Komis B,Musyadi.

Informasi terkini, pihak PDAM Tirta Agara,PLTMH dan pihak Pemkab Aceh Tenggara yang diwakili Sekdakab, telah melakukan pertemuan di Kantor Bupati,namun apa hasilnya dan bagaimana solusinya,kami dari dewan tak tahu karena tak dilibatkan dan tak diajak bertemu,sebab itu untuk lebih jelasnya,bagaimana solusi dan jalan keluarnya,silahkan tanyakan langsung pada Sekdakab,” ujar Paisal dan Jamudin menyarankan.

Sekdakab Muhammad Ridwan ketika dikonfirmasi beberapa media ini,Kamis (10-06-2021) terkait peolemik berkepanjangan terkait pemanfaatan air sungai Lawe Sikap antara PDAM Tirta Agara dengan PLTMH,mulai menemui titik terang,karena yang dibutuhkan saling pengertian antara dua perusahaan tersebut.

Untuk memenuhi pasokan air bagi puluhan ribu warga dan konsumen PDAM yang ada di Kutacane dan sekitarnya, pihak perusahaan PLTMH bersedia membangun pipa untuk mensuplai air dari sungai Lawe Sikap menuju bak penampungan dan pendistribusian air PDAM pada masyarakat,”yang disuplai itu air yang telah digunakan dari Turbin PLTMH, bukan yang ditampung di bendungan penampung air yang ada di atas kawasan pebukitan Lawe Sikpa,”ujar Sekdakab.

Terkait kondisi air sungai Lawe Sikap yang telah digunakan untuk menggerakan turbin mesin PLTMH ke bak penampungan PDAM Tirta Agara yang dikhawatirkan tercemar dan tak layak digunakan untuk MCK tersebut,Sekdakab Muhammad Ridwan mengatakan, bahkan air Lawe Sikap yang telah digunakan untuk menggerakkan turbin PLTMH, kondisinya sangat sehat dan bersih serta bebas dari pencemaran,katanya (Yuda)

News Feed