oleh

Saman (Puisi)

Oleh : Syukri

Sareeeee lallah nyane hae lallah kulailahailallah ala aho le ese ala ahoo”
Lantunan terdegar dari iringan penari tangan seribu.

Begitu gagah para pemuda itu memakai Teleng diselipkan sepucuk pandan sebagai tajuk.
Baju kantong beraneka corak sungguh indah dipakai ketika surang saring.

Saman…! engkau diperagakan oleh kaum pria, bukan kaum hawa dari pesisir.
Jejerun sesampepun ikut marah ketika namamu dijual oleh mereka yang tak tau asal-usulmu.

Dunia sudah mengakui engkau warisan budaya tak benda dari Gayo Lues.
Tapi kenapa mereka yang tak punya malu masih saja berbohong.

Saman…! darah pemilikmu berdesir ketika ada yang membuat keliru tentangmu.
Bagai mana tidak…!
Dia yang tak tau sejarah seenaknya mencatut namamu ketika para putri sedang menari.

Saman…! gerak boleh hampir sama
Ciri khasmu yang membuat beda
Jangan risau Saman.
Pemilikmu takkan diam jika ada yang mengusikmu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed