oleh

Polda Aceh Musnahkan Ladang Ganja Di Wilayah Binaan BNN

 

Kapolda Aceh Irjen POL Drs. Wahyu Widada, M.Phil, saat berada di ladang ganja desa Agusen

Penulis : Syukri

GAYO LUES RADARNEWS- Desa Agusen kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues, merupakan salah satu Desa Binaan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues, sebab desa ini dikenal sebagai salah satu penghasil ganja terbeser di Provinsi Aceh.

Upaya pembinaan yang sudah dilakukan BNNK terhadap masyarakat Agusen yakni menjadikannya desa yang terletak di lereng Gunung Leuser itu sebagai sasaran Program Grand Design Alternative Development atau sering disebut program “GDAD”.

Tujuan dari Program tersebut tentu untuk mengentaskan persoalan produksi Ganja di Aceh kususnya di desa sasaran, sebab GDAD adalah program yang didesain khusus untuk menurunkan dan mengganti tanaman Narkotika.

GDAD juga salah satu upaya mengganti tanaman narkotika dan mengubah profesi penanam ganja menjadi petani dalam produksi unggulan. Visi dari Grand Design ini adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang Sehat dan bebas dari produksi ganja.

Di Agusen sendiri tanaman kopi dijadikan sebagai tanaman pengati ganja, hal ini sudah diperbuat olah BNNK bekerja sama dengan pihak terkait mengucurkan dana untuk pembiayaan sarana produksi.

Sejauh ini, tepatnya pada bulan maret 2020 petani di Desa Agusen sudah banyak menanam kopi jenis Arabika, sebab kopi inilah yang paling cocok ditanam di Agusen bila disesuaikan dengan tofografi wilayah. Meningkatnya luas tanam kopi Agusen merupakan salah satu dampak positif dari program GDAD yang di gagas oleh BNN itu.

Kendati demikan, di Desa binaan BNN ini masih ditemukan ladang Ganja dengan luasan yang bisa membuat seseorang menggeleng-gelengkan kepala, bagai mana tidak..?, tepatanya Rabu (4/3/20). Polda aceh memusnahkan ladang Ganja di Agusen seluas 25 hektar terdiri dari 10 titik lokasi.

Pemusnahan ladang ganja tersebut langsung dipimpin Kapolda Aceh Irjen POL Drs. Wahyu Widada, M.Phil, didampingi Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru dan Kapolres Gayo Lues AKBP Rudi Setiawan. S.I.K, M,SI serta jajarannya.

Yang hadir dari Polda diantaranya, Irjen POL Drs. Wahyu Widada, M.Phil. (KAPOLDA ACEH), Kombes POL Dedy Irianto, S.H., M.H. (KAROOPS), Kombes POL Rudy Ahmad Sudrajat, S.I.K., M.H. (DIRRESNARKOBA), Akbp Brury Soekotjo Adhyakso Putro, S.I.K. (WADANSATBRIMOB), Briptu Joko Nugroho (AJUDAN KAPOLDA) – BRIGADIR Habibi (BA BIDHUMAS).

“Seluas 25 hektar ladang ganja yang terletak di lokasi desa agusen sudah kita musnahkan dan satu orang tersangka sudah kita amankan,” ucap Kapolda Aceh Irjen POL Drs. Wahyu Widada.

Orang nomor satu di Polda Aceh itu berjanji akan terus memberantas tanaman Ganja diseluruh Aceh sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapakan.

Selanjutnya, Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru juga mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pembenahan terhadap masalah penaman narkotika jenis Ganja tersebut.

” Siapapun yang terlibat dengan ganja akan dipenjara, tentu hal ini sangat merugikan diri” kata Bupati.

Disampaikan Bupati itu, pembenahan dilakukan dengan cara mensosialisasikan tanaman yang menjanjikan kepada masyarakat, seperti tanaman Kopi, tanaman Serai Wangi dan berbagai tanaman lainnya sebagai bekal masa depan yang lebih baik daripada menanam Ganja.

Terlepas dari hal ini, pelakau penanam ganja di Gunung Louser diyakini belum tentu asli wara Agusen, namaun bisa jadi masyarakat dari luar agusen yang kebetulan menaman ganja di kawasan setempat.

 

 

News Feed