oleh

Pemkab Gayo Lues Peringati Hari Kebangkitan Nasional yang Ke-110

Pengibaran bendera merah putih pada acara memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke 110

GAYO LUES RADAR NEWS-Pemkab Gayo Lues memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang Ke 110 Tahun, bertempat di Lapangan Kantor Bupati setempat, Jalan Tgk Muhamaddin Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues, Selasa (22/05/18).

Tampam hadir pada kesempatan itu, Bupati Gayo Lues H.Muhammad Amru, Sekda Gayo Lues H.Thalib, S.os, MAP, Ketua DPRK Gayo Lues Ali Husin, SH, Serta para kepala SKPK dan Pejabat Vertikal lainya, seperti Dandim Gayo Lues, Kapolre, KA Kejaksaan Negri Blangkejeren, Ketua pengadilan Negeri Blangkejeren, juga beberapa Camat di Kabupaten Gayo Lues.

Pelaksanaan Upacara Hari Kebangkitan Nasional ini dipimpin Langsung Oleh Bupati Gayo Lues Muhammad Amru dan sebagai Komandan Upacara Danramil 03/Blangkejeren Kapten Inf Darno.

“Saudari-saudara peserta upacara yang saya hormati, Ketika rakyat berinisiatif untuk berjuang demi meraih kemerdekaan dengan membentuk berbagai perkumpulan, lebih dari seabad lalu, kita nyaris tak punya apa-apa. Kita hanya memiliki semangat dalam jiwa dan kesiapan mempertaruhkan nyawa. Namun sejarah kemudian membuktikan bahwa semangat dan komitmen itu saja telah cukup, asalkan kita bersatu dalam cita-cita yang sama” kata Bupati pada saat menyampaikan amanat Mentri Informasi dan Komunikasi RI.

Masih dalam menyampaikan amanat Mentri, lanjut Bupati, bersatu adalah kata kunci ketika kita ingin menggapai cita-cita yang sangat mulia, akan tapi znamun pada saat yang sama tantangan yang mahakuat menghadang di depan. Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal-muasal primordial akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan.

Lebih lanjut di bacskan bupati isi amanat tersebut bahwa, Boedi Oetomo menjadi salah satu penanda utama bahwa bangsa Indonesia untuk pertama kali menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan. Presiden Pertama dan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Soekarno, pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 1952 mengatakan bahwa: “Pada hari itu kita mulai memasuki satu cara baru untuk melaksanakan satu ‘idee’, satu naluri pokok daripada bangsa Indonesia. Naluri pokok ingin merdeka, naluri pokok ingin hidup berharkat sebagai manusia dan sebagai bangsa. Cara baru itu ialah cara mengejar sesuatu maksud dengan alat organisasi politik, cara berjuang dengan perserikatan dan perhimpunan politik, cara berjuang dengan tenaga persatuan.

Para pendahulu yang berkumpul dalam organisasi-organisasi seperti Boedi Oetomo itu memberikan yang terbaik bagi terbentuknya bangsa melalui organisasi. Bukan pertama-tama dengan memberikan harta atau senjata, melainkan dengan komitmen sepenuh jiwa raga. Dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana saat itu, mereka terus menghidup-hidupi api nasionalisme dalam diri masing-masing.
Seratus sepuluh tahun kemudian bangsa ini telah tumbuh menjadi bangsa yang besar dan maju, sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Meski belum sepenuhnya sempurna, rakyatnya telah menikmati hasil perjuangan para pahlawannya berupa meningkatnya perekonomian, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Keringat dan darah pendahulu bangsa telah menjelma menjadi hamparan permadani perikehidupan yang nyaman dalam rengkuhan kelambu kemerdekaan.

Kalau sekarang bangsa ini punya hampir segala yang dibutuhkan, seharusnya kita terinspirasi bahwa dengan kondisi embrio bangsa seabad lalu yang berada dalam rundungan kepapaan pun, kita telah mampu menghasilkan energi yang dahsyat untuk membawa kepada kejayaan. Apalagi kini, ketika kita jauh lebih siap, tak berkekurangan dalam sumber daya alam dan sumber daya manusia (Ek).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed