oleh

Pembangunan Pagar Beton Kantor Kades Tanjung Bakhu dan Balai Desa Diduga Tidak Rampung Dikerjakan

-Agara, Berita, Headline-40238 views

Kutacane,Radarnews.com| Pembangunan Pagar beton dan Balai Kute Desa Tanjung Bakhu Kecamatan Darul Hasanah Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2019 diduga tidak rampung dikerjakan dan terkesan asal jadi oleh mantan Kades tersebut.

Pembangunan Pagar Beton Kantor Kepala Desa Dan Balai Kute ( Desa) tersebut dibangun memakai dana desa sebesar RP 151 Juta lebih. Pembagunan pagar tersebut sampai hari ini belum siap dan terbengkalai .

Tokoh masyarakat dan Mantan Kepala Desa Amaludin Sekretaris BPK Jamidan dan Tokoh Masyarakat Melaporkan Oknum Mantan Kepala Desa Tanjung Mbakhu Kamisin , Ke Kantor Camat.

Dalam Hal ini, Camat Darulhadalah Ayadun,Sp Mengatakan Senin (07-06-2021) menjelaskan, Saya .emanggil oknum mantan kepala desa kamisin ke ruangan Saya, 15 Febuari 2021 yang lalu dan disaksikanin Oleh Kapolsek Darulhadalah Dan Tokoh Masyarakat, Berjanji Untuk Menyiapkan Pembangunan Yang Terbengkalai , Batas Waktu tgl 30 Mei 2021 Sebelum Juni Jelas Kata Oknum Saudara Kamisin Mantan kepala desa Yang Sudah Beberapa Hari Berakhir

Mantan Kepala Desa Tanjung Baru Kamisin 46 Th Saat dihubungi Melalui Hp Seluler nya, Senin (07-06-2021) Membenar kan , Apa Permasalah Di Desa Saya ,, Saya , Siap Bertanggung Jawab. Karna itu Masih Tanggung Jawab Saya,katanya

Pantauan Radarnews.com, Hal yang Sama pembangunan Balai Desa Terserap Anggaran 138 Juta namun di kerjakan asal jadi dan tidak rampung di kerjakan, padahal Pembangunan Balai Kute tersebut, Seharus , Gedung,Pakai Keramik Dan Pakai Meteran Listrik.

pembangunan Balai tersebut Hanya Di Cor Lantai Semen , dan di Pakai Dinding Papan,Pembanguna Balai Terseut ,sangat di butuhkan warga setempat guna memberikan pelayan kepada masyarakat Kute.

Sekretaris BPK Desa Tanjung Bakhu Kecamatan Darul Hasanah Agara Jamidan (46 Tahun ) mengatakan kepada Media Radarnews.com,(07-06-2021) menjelaskan,pembangunan Pagar Beton Dan balai Kute tidak rampung di kerjakan Sampai Hari ini.

Pasalnya dengan dana sebesar Rp 151 JT lebih itu,seharusnya bangunan itu sudah siap dan rampung dengan kontruksi bangunan berbentuk Pagar beton Tersebut,Tapi Pembaguna Balai Kute seperti nya berbentuk bangunan semi permanen itupun tidak rampung,katanya.

Dalam hal ini menambahkan,di lihat dari bangunan Pagar Beton Menghabis kan Di pekira Kan 35 Juta ,,Dan Pembangunan balai Kute itu,itu Juga Di perkirakan hanya menghabiskan dana sekitar 30 JT saja.

Selain bangunan Pagar Beton Dan Balai Kute itu di kerjakan asal jadi dan mar-up anggaran,juga pembangunan,rehabitasi dan peningkatan prasarana jalan Kute ( TPT,Gorong,Selokan dll) sebesar RP 104 JT lebih bersumber dari dana desa juga di tahun Yang sama juga di kerjakan asal-asalan,katanya.

Pasalnya paket pembangunan,rehabitasi dan peningkatan jalan Kute tersebut hanya di bangun TPT Sepajang 20 meter dengan ukuran 2X 20 meter dan di tambah penimbunan material batu di badan jalan sebayak 15 mobil Doum Truck pada waktu itu,katanya.

Dia menambahkan pembanguna peningkatan jalan itu,di perkirakan menghabiskan dana dari dana desa itu hanya berkisar 40 JT saja,ujar Jamidan.

Selain itu AMALLUDIN selaku Tokoh dan mantan kepdes di desa Tanjung Bakhu itu mengatakan juga kepada Media ini di hari bersamaan,memang sebelumnya kami telah minta kepada kepdes untuk pengerjaan Tiga kegiatan itu di kerjakan sesuai ketentuan,namun kepdes bersangkutan tidak mau melanjutkan dan menyelesaikan pekerjaan itu dengan berbagai alasan,katanya.

Bahkan Ia juga menambahkan,masih bayak kegiatan lain juga Tidak Kerja kan nya, alias fiktik ,Seperti Kegiatan Penangan Penangulangan bencana sebesar RP 15 jt dan penanganan keadaan darurat sebesar RP 15 jt ,penganan keadaan mendesak sebesar Rp 10 jt tidak di kerjakan,kata AMALLUDIN.

Serta pengadaan baju kelompok wirid Yasin di tahu 2020 sebesar RP 15 jt juga di duga di fiktipkan kepala desa.Di tambah lagi pengadaan mubiler gedung Kantor Kepala desa sebesar Rp 54 jt lebih di tahun 2018 hanya di gunakan sebesar 10 jt guna pembelian meja dan kursi kantor itu,dan sisanya masuk ke kantong kepala bersangkutan,katanya.

Justru itu,warga desa setempat meminta kepada APH Polres dan Kejari Aceh Tenggara,meminta untuk menelusuri dan turun ke desa mereka guna mengaudit dana desa mereka.Karna pengunaan dana desa mereka bayak meyalahi aturan Jelas nya.(Yuda)

News Feed