oleh

Pembangunan Infrastruktur Untuk Mendorong Perekonomian Gayo Lues

GAYO LUES, RADAR NEWS | Dalam ilmu ekonomi, infrastruktur merupakan wujud dari public capital (modal publik) yang dibentuk dari investasi yang dilakukan pemerintah. Infrastruktur dalam hal tersebut meliputi jalan, jembatan, dan pengairan dan lainnya (Mankiw, 2003).

Sedangkan menurut The Routledge Dictionary of Economics (1995) memberikan pengertian yang lebih luas lagi yakni peran strategis infrastruktur sebagai pelayan utama dari suatu Negara dalam membantu bergeraknya roda kegiatan ekonomi dan kegiatan masyarakat, diantaranya melalui penyediaan transportasi dan juga fasilitas pendukung lainnya.

Dalam hubungan infrastruktur dengan pembangunan ekonomi, lebih lanjut dijelaskan dalam Todaro (2006) bahwa tingkat ketersediaan infrastruktur di suatu negara adalah faktor penting dan menentukan bagi tingkat kecepatan dan perluasan pembangunan ekonomi.

Pembangunan infrastruktur merupakan modal atau kapital dalam upaya peningkatan produktivitas perekonomian negara serta usaha peningkatan taraf hidup masyarakat secara luas.

Lebih dari itu, infrastruktur juga merupakan social overhead capital atau barang-barang modal yang menjadi dasar atau sarana penting bagi keperluan-keperluan masyarakat yang secara tidak langsung kemudian bermanfaat dalam usaha menghasilkan atau meningkatkan produksi.

Selain itu, pada penelitian mengenai pengaruh infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi yang dilakukan oleh David Aschauer (1989) dengan menggunakan model produksi Cobb-Douglas, diperoleh hasil bahwa terdapat korelasi positif antara investasi infrastruktur dengan produktivitas output yang dihasilkan.

Core infrastructure seperti transportasi, energi, dan air memiliki dampak yang lebih besar dari pada infrastruktur lain seperti bangunan dan rumah sakit.
Dari berbagai ilustrasi di atas menjadi jelaslah bahwa keberlanjutan pembangunan infrastruktur, yang menjadi dasar lompatan ekonomi Indonesia menuju negara maju, menjadi penting untuk disukseskan implementasinya, dengan terus membangun konstribusi positif dan sinergitas diantara seluruh pemangku kepentingan sebagai perwujudan spirit Indonesia incorporated.

Beberapa hasil studi juga menyebutkan hasil pembangunan infrastruktur memiliki peran sebagai katalisator antara proses produksi, pasar, dan konsumsi akhir serta memiliki peranan sebagai social overhead capital yang berkonstribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Secara ekonomi makro ketersediaan dari jasa pelayanan infrastruktur mempengaruhi marginal productivity of private capital, sedangkan dalam konteks ekonomi mikro, ketersediaan jasa pelayanan infrastruktur berpengaruh terhadap pengurangan biaya produksi.

Untuk menjawab berbagai tantangan yang menghambat geliat perekonomian mayarakat, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui dinas PUPR telah membuka dan meningkatkan jalan diberbagai wilayah perdesaan yang selama ini menjadi penghambat bagi masyarakat untuk mengangkut hasil produksi pertanian maupaun aktifitas lainnya.

 

Dalam wawancaranya Kepala Dinas PUPR Gayo Lues melalui Kepala Bidang Binamarga, Amin mengatakan, ditahun 2020 Pemerintah Gayo Lues telah merealisasikan 10 proyek fisik yang tersebar disebagian Kecamatan. Direncanakan lebih dari jumlah itu, tapi karena adanya wabah pada tahun lalu, akibatnya banyak anggaran yang terpotong.

Ia mengatakan, peningkatan jalan atau infrastruktur yang dibangun pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui dinas PUPR diantaranya, peningkatan atau rekontruksi jalan simpang Pasir Rerebu kecamatan Tripe jaya volume sepanjang 4,6 KM dengan melakukan pekerjaan pelebaran jalan yang rawan longsor, pemasangan batu tembok tahan serta membuat saluran air disepanjang jalan semuanya sudah selesai dilaksanakan.

Selain peningkatan jalan, pihaknya telah menyelesaikan pembangunan jembatan komposit bue Penosan-Tingkem panjang 16 meter, Tingkem- Akul 5 meter, jembatan Air Jernih- Desa Putri Betung. Jembatan penghubung ini hal yang sangat dibutuhkan, tentu ini juga menjadi perhatian khusus Pemerintah Gayo Lues.

Masalah pembukaan jalan baru, Amin mengatakan total 6 infrastruktur telah dibuka dan ditingkatkan kembali yaitu, Pasir – Pepelah 6 Kilo Meter. Peningkatan jalan sertu Keluong- Tingkem, serta pembukaan jalan Angkir- Penataan Uning Gelung, Penataan Lemu Bong Kute Panjang, Pembukaan jalan Sirep Kute Panjang dan pembukaan jalan Lutus Bur Puntung Kute Panjang.

Jalan baru ini sangat memudahkan warga untuk melakukan aktifitas dalam transportasi maupun jalan kaki, dikarenakan hal ini bisa memudahkan serta mempercepat usahanya dengan jalan yang sudah dibangun ini oleh pemkab Gayo Lues. Dengan dibukanya jalan tersebut sangat membantu meringankan beban masyarakat sehingga lebih cepat dan nyaman mencapai pada tujuan

Ia mengatakan, walaupun ada pemotongan anggaran pada tahun 2020, dan semua rencana banyak ditunda akibat terjadinya wabah covid-19. Pemerintah Gayo Lues tetap melaksanakan kegiatan yang sangat dibutuhkan meskipun tidak semua bisa direalisasikan.

Untuk tahun 2021, Pemerintah Gayo Lues telah memprogramkan sejumlah pembukaan dan peningkatan jalan diberbagai wilayah kecamatan. Namun, untuk realisasi masih tahap proses.

 

Redaksi Radar News

News Feed