oleh

Obralan Janji Politik “Si Muka Lama”

Gambar ilustrasi / sumber google

RADARNEWS OPINI-Tidak mudah melenggang mengayunkan langkah menuju kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada tahun 2019 mendatang,
apa lagi rakyat sudah semakin jeli setelah mendapat pengalaman tahun lalu ketika “Si muka lama” mengumbar janji politik.

Yang diharapak bukti bukan janji seperti dulu, bila Rakyat cendrung berpikir berapa bayaranya jika dihitung perkepala ketika pemilu, bisa jadi disebabkan karena wakil yang diutusnya di daerah hingga ke Ibu kota sana tidak bisa memikat hati rakyat dengan bukti yang diinginkan.

Rasa jenuh pasti ada kalaulah si Dia datangnya ketika saat perlu saja, setelah itu kembali lagi berlayar menuju pulau seberang mengurus yang mungkin perlu dia urus “entah apa lah itu”.

Bila hanya obralan janji politik diandalakan tanpa ada perubahan, kemungkinan posisi impian bisa saja diambil alih oleh mereka dari bagian tenggara atau tengah yang memang menginginkan “Si Muka Lama” pulang Kampung.

Kehati-hatian sangat perlu diutamakan menghadapai pemilu tahun depan, pasalanya para aktor politik sudah bermunculan dengan berbagai jurus jitu, dengan janji politik lebih menggiurkan dan sewaktu-waktu bisa melumpuhkan pihak lawan.

Menjelang pemilu kali ini, janji-janji politik sudah jelas kembali disuguhkan, namun rakyat sudah semestinya mengambil sikap terhadap janji-janji itu.

Lantas langkah apa yang akan diambil menyiasati janji politik tersebut,
keputusa ada ditangan rakyat, akankah mendengarkan janji tersebut dan memberikan kesempatan kepada calon dewan terpilih menepatinya? atau menutup telinga dari janji itu dan tidak ikut berpartisipasi memberikan suara di TPS.

“Mari berpikir sejenak menentukan sikap”

Kalau hanya sekedar janji, takan laku walau dengan menebar beribu pesona.

Buktikan bahwa rakyat sudah sembuh dari penyakit amnesia terhadap janji politik . (Syukri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed