oleh

Narkoba Menyebabkan Janda

Ilustrai Sumber gambar google

GAYO LUES RADARNEWS- Bahaya narkoba sudah tidak diragukan lagi. Sayangnya, penyalahgunaan obat-obatan terlarang ini makin marak di berbagai kalangan, dari dewasa hingga remaja termasuk pelajar. Sadar atau tidak sadar, masyarakat sudah banyak terjerumus menyalahgunakan narkoba.

Tidak hanya di kota besar, namun penularan narkoba sudah menjamur hingga kepelosok Negri, termasuk di wilayah Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh. Banyak pengguna obat-obatan ini yang awalnya tergoda merasakan kesenangan sesaat atau sebagai pelarian dari masalah yang dihadapi, ada juga yang terpengaruh karena lingkungan. Padahal, efek narkoba dapat merusak kesehatan secara fisik dan kejiwaan.

Bukan hanya Efek yang demikain yang sering muncul ketika markotika sudah menjadi bisnis dan diperjual belikan, narkoba dapat menyebabkan kehancuran bahtera rumah tangga, hal ini sudah terbukti perceraian dimana-mana, pasangan suami istri terpaksa berpisah, entah itu pasangannya dipenjara, menjadi DPO oleh pihak kepolisian, malah ada yang meregang nyawa.

Tanam perdana jagung program GDAD disesa Pepelah, oleh Bupati Galus dan KA BNN Aceh

Seperti yang dikutip dari penyampaian Bupati Kabupaten Gayo Lues H. Muhammad Amru pada penanaman perdana jagung program Green Desain Alternative Depelopment (GDAD) di Desa Pepelah, Kecamatan Pining Kabupaten setempat, Kamis 22/8/19.

“Tidak ada orang yang kaya karena menanam dan menjual narkotika, yang ada janda bertambah, status anak yatim meningkat. Saudara dan senak saudara kita banyak yang masuk penjara karena menanam dan jual narkotika” sebut Bupati H.Muhammad Amru dihadapan kepala BNN Provinsi Brigjen.Pol. Fasial. AN dan Masyarakat Desa Pepelah.

Tidak terlepas dari hal itu, lebih lanjut Amru mengatakan, menanam dan menjual narkotika tentu bertentangan dengan hukum Negara dan betentangan dengan Agama. “Secara hukum Negara menjual narkotika kita masuk penjara, secara hukum agama juga diharamkan” katanya.

Di Gayo Lues sendiri penyebab masyarakat tersebut menanam ganja ada beberapa faktor Kata Bupati Amru, sebahagian masyarkat tidak tahu menanam ganja dilarang, karena himpitan ekonomi, penganguran dan faktor lingkungan. atas pertimbang itu Pemerintah melalui BNN dan Dinas Pertanian Gayo Lues memprogramkan untuk menggati tanaman ganja beralih ke tanaman jagung.

Dijelaskan Kepala BNN Provinsi Brigjen.Pol. Fasial. AN menyebutkan program GDAD yang dicanangkan oleh Pemerintah ke Desa Pepelah kecamatan Pining bertujuan untuk mengalihkan tanaman ganja ke tanaman jagung yang lebih baik lagi dalam memberdayaankan dan meningkatkan ekonomi masyarakat,

Katanya program ini merupakan program lanjutan dari GDAD yang dicanangkan di desa Agusan, selain menanam BNN juga menggandeng PT Java Produsen makanan dari jagung terbesar di Indonesia pusatnya di Medan yang siap untuk menampung jagung dari Aceh.

Kadis pertanian Gayo Lues Jakaria S. Hut. MP menyebutkan ada 30 hektar CPCL yang akan menerima bantuan bibit jagung dari program GDAD, dari hasil rapat terakhir Gayo Lues akan menrima lagi sedikitnya 500 hektar untuk bantuan jagung dari GDAD . Dinas pertanian hanya menyiapkan CPCL bibit dan obat-obatan serta pupuk akan di berikan oleh BNN.( Syukri).

News Feed