oleh

Menanti Hujan (Puisi)

Terdengar rintihan ilalang menunggu waktu untuk mati
Rerumputan berteriak memanggil gerimis yang tak kunjung datang.

Sepasang burung gelisah tak melihat tetesan embun.
Angin melaju tanpa henti
Gunung-gunung diserbu api
Pemandangan Negri seribu hapiz begitu gersang.

Petani bersimpuh mengeluh
Tangan tertegadah meminta turunnya hujan.
Sawah sudah tak bisa diairi
Kekeringan menguras sungai.

Kenapa ini terjadi
Sehingga anungrah belum diberi

Pembusung dada tak mau tau
yang penting kebutuhan terpenuhi
yang besar kepala tak tau apa-apa
baginya semua bisa di beli.

Petani menjerit
karena tak lama lagi menunggu hasil, tapi terancam gagal panen.

Jenuh dirasakan
Bosan dengan kekeringan
Ribuan umat maminta melalui doa agar hujan diturunkan.

Ooh Tuhan, maafkan kami yang terlalu sibuk menuai segunung kesalahan
Sehingga lupa membibit kebaikan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed