oleh

Membangkitkan Ekonomi Masyarakat Melalui Program “Seco”

Sosialisasi Program Seco di Makodim 0113/Gayo Lues

Penulis : Syukri

GAYO LUES RADARNEWS– Pandemi Corona Virus (Copid-19) yang saat ini dihadapi masyarakat telah menimbulkan persoalan dalam berbagai lini kehidupan, salah satunya di bidang okonomi. Semenjak diberlakukannya darurat corona oleh pemerintah, aktivitas masyarakat semakin terhambat, tidak terkecuali bagi masyarakat Kabupaten Gayo Lues.

Untuk membangkitkan kembali ekonomi masyarak Kabupaten berjuluk seribu bukit ini yang kian melesu, pemerintah setempat melalui Dinas Pertanian telah meluncurkan Program pemberdayaan ekonomi di sela Covid-19, atau disebut dengan program “Seco”.

Dalam program ini, Dinas pertanian akan membantu petani dengan membagikan bantuan berupa sarana produksi (Saprodi) beberapa jenis komoditi pertanian, diantaranya Saprodi Bawang merah, Cabai Rawit, Padi, Jagung, Kacang Merah, Tembakau, Jahe dan Ikan

Jumlah saprodi yang dibagikan kepada petani ada batasannya. Maksimal bantuan yang akan dibagi per Kepala Keluarga (KK) untuk Tanaman Padi 1 (satu) hektar, Bawang Merah 2 (dua) mulsa, Jagung 1 (satu) hektar, Tanaman Jahe 2 (dua) rante, Tembakau 1 (satu) Hektar, Buncis Merah 2 (dua) rante, Cabe 1 mulsa dan Budidaya Ikan 1 (satu) paket.

Sasaran program merupakan warga Kabupaten Kabupaten Gayo Lues terdampak Covid-19, yang memiliki lahan dan bersedia bercocok tanam. Untuk memperoleh batuan tersebut, anggota masyarakat sebagai Calon Petani mengajukan proposal permohonan kepada Bupati Gayo Lues yang diketahui oleh Ketua Kelompok Tani terdekat c.q Sekretariat Program Pemberdayaan Ekonomi Seco sesuai dengan format yang sudah disiapkan.

Tahapan selanjutnya Sekretariat Program Pemberdayaan Ekonomi SECO melakukan verifikasi proposal yang diajukan oleh Calon Petani, apabila sudah memenuhi syarat akan diteruskan ke PPL untuk ditinjau ke lapangan, selanjutnya tim teknis lapangan (PPL) merekomendasikan sesuai dengan hasil tinjauan.

Kemudian, sekretariat melalui bidang teknis atau petugas yang ditunjuk menyalurkan bantuan sesuai dengan hasil rekomendasi dari tim teknis lapangan (PPL).

Penyaluran bantuan dari Sekretariat Program Pemberdayaan Ekonomi Seco dilakukan secara bertahap dengan rincian ; tahap pertama disalurkan untuk keperluan persiapan dan pengolahan tanah dan tahap Kedua disalurkan untuk keperluan Sarana Produksi (Saprodi).

Satu kelompok tani hanya bisa beranggotakan maksimal 25 orang. Satu KK petani hanya bisa mengajukan proposal satu komoditi saja dan tidak boleh dobel. Penjelasan ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues Jakaria S. Hut. MP, pada acara sosialisasi di Makodim 0113/Gayo Lues, Jum’at (5/6).

Jakaria menyampaikan, pendanaan Program ini bersumber dari Pergeseran Anggaran SKPK ke BTT melalui Sekretariat Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gayo Lues yang diarahkan untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 khususnya pada program pemberdayaan ekonomi di sektor pertanian.

Maksud dan tujuan dari Program Pemberdayaan Ekonomi Seco adalah agar tetap menjaga ketersedian ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat pada masa darurat pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Gayo Lues.

Dalam penyaluran bantuan ini diawasi oleh Babinsa dan Babinkamtibmas, mereka berkewajiban melakukan pengawasan kepada petani penerima manfaat program pemberdayaan ekonomi seco dan memastikan bahwa bantuan tersebut telah dimanfaatkan dan dilaksanakan dengan baik. Pengawasan dilakukan berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh tim teknis lapangan (PPL). Pengawas dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Pembina.

Yang bertanggung Jawaban dan Laporan yaitu Tim Teknis Lapangan (PPL). Mereka harus menyiapkan dokumen pertanggungjawaban sesuai arahan Sekertariat Dinas Pertanian.

Selanjutnya untuk monitoring dan evaluasi dilakukan sesuai dengan tahapan dari pelaksanaan Program Pemberdayaan Ekonomi Seco dan hasilnya disampaikan kepada Bupati Gayo Lues sebagai dokumen resmi Program Pemberdayaan Ekonomi Seco

 

 

 

 

 

News Feed