oleh

Membangkitkan Ekonomi Masyarakat Gayo Lues Melalui Program “Seco”

WhatsApp Image 2021-02-23 at 09.20.02
WhatsApp Image 2021-02-23 at 09.20.05
WhatsApp Image 2021-02-23 at 09.20.04
WhatsApp Image 2021-02-23 at 09.20.00
WhatsApp Image 2021-02-23 at 09.20.03(1)
WhatsApp Image 2021-02-23 at 09.20.01(1)
WhatsApp Image 2021-02-23 at 09.20.06
WhatsApp Image 2021-02-23 at 09.20.01
WhatsApp Image 2021-02-23 at 09.20.06(1)

 

Dalam program ini, Dinas pertanian membantu petani dengan membagikan bantuan berupa sarana produksi (Saprodi) beberapa jenis komoditi pertanian

GAYO LUES,  RADARNEWS– Pandemi Corona Virus (Covid-19) yang selama ini dihadapi masyarakat telah menimbulkan persoalan dalam berbagai lini kehidupan, salah satunya di bidang okonomi. Semenjak diberlakukannya darurat covid-19 oleh pemerintah, aktivitas masyarakat semakin terhambat, tidak terkecuali bagi masyarakat Kabupaten Gayo Lues.

Untuk membangkitkan kembali ekonomi masyarak Kabupaten berjuluk seribu bukit ini yang kian melesu, pada tahun 2020 lalu pemerintah setempat melalui Dinas Pertanian telah meluncurkan Program pemberdayaan ekonomi di sela Covid-19, atau disebut dengan program “Seco”.

Dalam program ini, Dinas pertanian membantu petani dengan membagikan bantuan berupa sarana produksi (Saprodi) beberapa jenis komoditi pertanian, diantaranya Saprodi Bawang merah (Allium cepa L.) , Cabai Rawit, (Capsicum Frutescens. L) Padi (Oriza Sativa), Jagung (Zea Mays) Kacang Merah (Phaseulus Vulgaris. L)
, Tembakau,( Nicotiana Tabacum), Jahe (Zingiber officinale) dan Ikan tawar

Jumlah saprodi yang dibagikan kepada petani ada batasannya. Maksimal bantuan yang dibagi per Kepala Keluarga (KK) untuk Tanaman Padi 1 (satu) hektar, Bawang Merah 2 (dua) mulsa, Jagung 1 (satu) hektar, Tanaman Jahe 2 (dua) rante, Tembakau 1 (satu) Hektar, Buncis Merah 2 (dua) rante, Cabe 1 mulsa dan Budidaya Ikan 1 (satu) paket.

Sasaran program merupakan warga Kabupaten Kabupaten Gayo Lues terdampak Covid-19, yang memiliki lahan dan bersedia bercocok tanam. Untuk memperoleh batuan tersebut, anggota masyarakat sebagai Calon Petani mengajukan proposal permohonan kepada Bupati Gayo Lues yang diketahui oleh Ketua Kelompok Tani terdekat melalui Sekretariat Program Pemberdayaan Ekonomi Seco sesuai dengan format yang sudah disiapkan.

Tahapan selanjutnya Sekretariat Program Pemberdayaan Ekonomi Seco melakukan verifikasi proposal yang diajukan oleh Calon Petani, apabila sudah memenuhi syarat akan diteruskan ke PPL untuk ditinjau ke lapangan, selanjutnya tim teknis lapangan (PPL) merekomendasikan sesuai dengan hasil tinjauan. Kemudian, sekretariat melalui bidang teknis atau petugas yang ditunjuk menyalurkan bantuan sesuai dengan hasil rekomendasi dari tim teknis lapangan (PPL).

Penyaluran bantuan dari Sekretariat Program Pemberdayaan Ekonomi Seco dilakukan secara langsung kepada masing-masing kelompok tani di setiap kecamatan. Komoditi yang dibagikan sesuai potinsi wilayah. Untuk saprodi tanaman jahe misalnya, komoditi ini hanya bisa disalurkan kepada petani yang ada di kecamatan Putri betung, Pining, Trife Jaya dan Kecamatan Terangun. Sedangkan komoditi padi, cabai, kacang dan ikam, semua petani untuk setiap kecamatan bisa mengajukannl permohonan, namun komoditi jagung tidak direkomendasikan untuk kecamatan pantan cuaca.

Satu kelompok tani hanya bisa beranggotakan maksimal 25 orang. Satu KK petani hanya bisa mengajukan proposal satu komoditi saja dan tidak boleh dobel. Hal ini dilakuakan untuk menghindari oper laping yang bisa menyebabkan timbulnya kecemburuan sosial antar petani.

Pendanaan Program ini bersumber dari Pergeseran Anggaran SKPK ke BTT melalui Sekretariat Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gayo Lues yang diarahkan untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 khususnya pada program pemberdayaan ekonomi di sektor pertanian.

Maksud dan tujuan dari Program Pemberdayaan Ekonomi Sela covid adalah agar tetap menjaga ketersedian ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat pada masa darurat pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Gayo Lues.

Dalam penyaluran bantuan ini diawasi oleh Babinsa dan Babinkamtibmas, mereka berkewajiban melakukan pengawasan kepada petani penerima manfaat program pemberdayaan ekonomi seco dan memastikan bahwa bantuan tersebut telah dimanfaatkan dan dilaksanakan dengan baik. Pengawasan dilakukan berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh tim teknis lapangan (PPL). Pengawas dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Pembina.

Yang bertanggung Jawaban dan membuat Laporan yaitu Tim Teknis Lapangan (PPL). Mereka harus menyiapkan dokumen pertanggungjawaban sesuai arahan Sekertariat Dinas Pertanian.
Selanjutnya untuk monitoring dan evaluasi dilakukan sesuai dengan tahapan dari pelaksanaan.

 

WhatsApp Image 2021-02-23 at 09.19.56(1)
WhatsApp Image 2021-02-23 at 09.19.57
WhatsApp Image 2021-02-23 at 09.19.57(1)
WhatsApp Image 2021-02-23 at 09.19.59
WhatsApp Image 2021-02-23 at 09.19.59(2)
WhatsApp Image 2021-02-23 at 09.19.59(1)
WhatsApp Image 2021-02-23 at 09.19.58(1)

 

Seco juga merupakan Program dan kebijakan pembangunan ekonomi masayarakat melalui sektor pertanian dijalankan pemerintah kabupaten Gayo Lues, yang dianggap mampu mendongkrak dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Gayo lues yang selama ini sempat menrosot lantaran terdampak Covid-19.

Dalam upaya mengurangi beban petani di masa pandemi ini pemerintah sengaja membuat terobosan baru melalui program Seco. Terobosan ini dinilai tepat sebagai solusi permanen untuk mengentaskan masyarakat petani dari kemiskinan dan pemerataan ekonomi lantaran terdampak Covid-19.

Setelah program ini diluncirkan, dinilai sangat perdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, seperti petani jagung di kecamatan Blangkejeren, pining, terangun putri betung dan belang jerango misalnya, mereka mampu meraup keuntungan yang maksimal dari hasil budidayanya, selain hasil melimpah, biaya produksi juga sudah terpangkas karena dibantu pemerintah melalui program seco.

 

WhatsApp Image 2021-02-23 at 09.20.03
WhatsApp Image 2021-02-23 at 09.19.58
WhatsApp Image 2021-02-23 at 09.20.00(1)

 

Pada bidang hortikiltura, tanaman caba di setiap kecamatan juga sudah mulai panen dan hasilnya juga sangat menguntungkan bagi petani, selain hasilnya melimpah, harga jual terbilang cukup tinggi, bila dibandingkan dengan harga pada bulan-bulan sebelumnya. Namun untuk tanaman bawang merah sedikit mengalami kendala lantaran paktor cuaca yang tidak mendukung mengakibatkan sebhagin petani mengalami penurunan hasil panen.

Untuk sejumlah komoditi lainnya seperi tanaman Jahe, kacang buncis merah, tembakau dan ikan tawar saat ini masih dalam tahap dibudidayakan oleh para petani penerima manfaat di masing- mading kecatan.

(Redaksi Radar News)

News Feed