oleh

Masyarakat Terangun Dan Tripe Jaya Keluhkan Jalan Gayo Lues-Abdya Menjadi Langganan Longsor

GAYO LUES RADARNEWS-Warga Terangun dan Tripe Jaya mengeluh akibat jalan penghubung antara Gayo Lues – Abdya yang sudah bertahun-tahun rusak parah namun Pemerintah daerah tak kunjung melakukan perbaikan jalan tersebut sampai sekarang. Padahal Pemerintah dari semua unsur atau instansi bukan tidak tahu tentang kondisi jalan ini, Pada ( 5 Desember 2020 ).

Kondisi jalan yang bergelombang, berlubang, berlumpur dan penuh bebatuan kecil tentunya sangat membahayakan bagi pengguna jalan terutama anak sekolah yang setiap hari melintasi jalan tersebut. Apalagi pada saat musim penghujan, jalanan dipenuhi air, lumpur dan tanahnya yang turun hingga tidak bisa dilewati sepeda motor dan juga mobil.

Mustami Atraja, SM yang juga Ketua Umum IPAMATRA Sangat menyanyangkan hal tersebut. Ia beranggapan bahwa pemerintah daerah tidak terlalu memerhatikan warganya, utamanya dalam melakukan pembangunan jalan yang baik bagi masyarakat padahal hal tersebut tertuang dalam Misi ke empat dan poin ke empat dari kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati priode sekarang.

” Sudah terlalu lama Pemerintah membiarkan jalan tersebut rusak tanpa adanya perbaikan, bahkan hal tersebut sudah terjadi dari beberapa tahun yang lalu dimana jalanan tersebut sudah rusak pada saat saya masih duduk di bangku SMA dan hingga kini jalan tersebut belum juga diperbaiki,” ujar Mustami Atraja.

” Saya berharap agar pemerintah daerah untuk segera memperbaiki jalan tersebut sebagaimana memenuhi aspirasi masyarakat yang menginginkan jalan yang bagus dan mudah untuk dilewati.” bukankah tanggungjawab pemerintah untuk mesejahterakan rakyatnya sendiri, Pintahnya.

Mustami Atraja juga menambahkan bahwa, telah sekian kalinya menyampaikan pada pemerintah daerah namun sampai saat ini belum adanya pengerjaan dan selalu beralasan bahwa itu “jalan lintas provinsi” jadi itu tanggung jawab provinsi bukan kabupaten.

Padahal sambungnya, Pemerintah bisa saja melakukan lobi-lobi terbaiknya ke provinsi demi untuk kepentingan warganya ataupun menyurati DPRA dan Gubernur Aceh atau strategi lainnya yang dianggap penting. Jangan sampai terkesan Pemerintah lepas tangan dan saling lempar tanggung jawab dengan berbagai alasan yang hanya akan menyusahkan masyarakat. Tutupnya

Penulis : Samsul Bahri

News Feed