oleh

Lembaga Rehabilitasi Untuk Pengguna Narkoba Akan Dibangun di Gayo Lues

Rapat kooordinasi tentang pembangunan Lembaga Rehabilitasi di pendopo Bupati Gayo Lues

GAYO LUES RADAR NEWS-Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten Dengan Dinas Terkait Dalam Rangka Penguatan Lembaga Rehab Instansi Pemerintah Tahun Anggaran 2018, di Pendopo Bupati Gayo Lues, Jumat, pukul 14.00 WIB 18 Mei 2018

Acara tersebut dihadri oleh Sekda Gayo Lues H. Thalib, S.Sos,MAP, Ketua Pengadilan Negeri Gayo Lues, Tim Rehabilitasi dari BNN RI Sutarso, Drs. Syamsul Bahri Kepala BNNK Gayo Lues dan unsur SKPK.

Bupati Gayo Lues H.Muhammad Amru dalam sambutannya mengatakan Mengundang Bapak Budi Waseso pada tanggal 13 Juli 2018 untuk menerima Gelar Kehormatan dari Masyarakat Gayo Lues dengan beberapa acara adat yang dilakukan terkait Kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya yaitu GDAD yang meningkatkan Agrowisata Gayo Lues dan mengembangkan masyarakat agar tidak terjerumus dalam peredaran gelap Narkoba. Beserta turut Mengundang Kepala BNN RI Bapak Heru dan juga Duta Arab Saudi berkaitan dengan program lain yang Islami

Pengawalan dalam dan luar Gayo Lues harus lebih ketat agar penanam, penjual/kurir, serta pemakai Narkoba dapat diminimalisir dan tidak menambah daftar korban baru di Gayo Lues. Karena Narkoba tersebut dapat menjadikan korban dan keluargnya terjerumus dalam Kemiskinan sehingga dimohonkan kerja sama semua pihak dari Polisi, TNI, Kejaksaan dan BNN bekerjasama untuk menghentikan Narkoba di Gayo Lues, kata Bupati.

Selain itu dikatakan H. Muhammad Amru Lembaga Resmi Rehabilitasi di Aceh belum ada. Secara geografis Gayo Lues berada ditengah-tengah Provinsi Aceh, jika rehabilitasi ini Dibangun maka Lembaga Rehababilitasi ini mudah dijangkau dari Kabupaten-kabupaten yang lainnya untuk mengirim korban penyalahguna untuk dipulihkan.

Bupati juga membahas masalah Rumah Sakit Gayo Lues memiliki luas tanah ± 10 Ha, dan luas tanah yang sudah dibangun Rumah Sakit ± 3 Ha. Rumah sakit yang akan dihiba untuk Lembaga Rehabilitasi akan dilakukan secara bertahap dikarenakan sembari menentukan lokasi yang Strategis untuk pembangunan Rumah Sakit Gayo Lues yang baru.

Pemda meminta point-point atau syarat-syarat administrasi apa saja yang dibutuhkan untuk Pembangunan sebuah Lembaga Rehabilitasi, jelas Bupati.

Menanggapi hal itu Tim Rehabilitasi dari BNN RI Sutarso, mengatakan Dalam Penangan Narkoba pemerintah melakukan 4 cara, 1) Melalui pengembangan Ilmu Pengetahuan dan mendukung untuk kesehatan 2) Upaya Sosialisasi Pencegahan penyalahgunaan Narkoba agar tidak bertambah , 3) Penegakkan hukum bagi Pengedar Narkoba 4) Upaya Rehabilitasi memulihkan korban/ pecandu narkoba

Lembaga Rehabilitasi diperhatikan mulai dari Sarana dan prasarana, SDM, Infrastruktur, dan transportasi menuju lokasi, Tim Rehabilitasi BNN RI meminta kepada BNNK Gayo Lues beserta Polresta Gayo Lues mengenai data-data untuk dapat diajukan ke Kepala BNN RI, seperti: Data Tindak perilaku Kriminal yang disebabkan oleh Narkoba, Data Tindak Pidana penyalahgunaan narkoba (pemakai – penanam – pengedar), Data pasien/ korban penyalahguna narkoba yang dirawat jalan atau dirawat inap, kata Sutarso.

Dia juga mengatakan Tim Rehabilitasi dari BNN RI yang ditugas mensurvei tempat rencana pembangunan Lembaga Rehab meminta data/informasi mengenai rumah sakityang meliputi Jumlah tenaga SDM yang ada dirumah sakit mulai dari dokter sampai kebawah keseluruhan, Peralatan-peralatan medis apa saja yang ada, Ruangan –ruangan yang ada.

Data penyalahguna narkoba sangat dibutuhkan agar dapat rencanakan untuk tahun-tahun selanjutnya. Jangan sampai lembaga rehab yang sudah dibangun setelah 2 tahun tidak ada pasien yang masuk dan sepi. Sehingga dapat dialihkan kelembaga rehab yang lain.

Tim Rehabilitasi dari BNN RI Mengaharapkan kerjasama kita semua Pemda, Polisi, TNI, dan BNN sehingga tercapai semua visi-misi dalam memberantas narkoba di Gayo Lues.

Senada dengan itu Ketua Pengadilan Negeri Gayo Lues mengatakan Menurut data yang diperoleh, Napi yang ada di Lapas Gayo Lues melakukan kejahatan/kriminal mulai dari perampokan, pencurian, hingga pembunuhan disebabkan oleh Narkoba. Para pelaku kejahatan ini kebanyakan korban dari penyalahgunaan narkoba

Rencana pembangunan Lembaga Rehabilitasi ini sebenarnya sudah sangat terlambat, karena penyalahguna narkoba sudah sangat banyak di Gayo Lues dan harus segera diatasi dengan serius. Faktor jauhnya lembaga rehab dari Gayo Lues dan biaya transportasi menuju lembaga rehab yang membuat kebanyakan keluarga tidak sanggup untuk mengantar keluarga mereka ke panti direhab. Dimohonkan perhatian secara khusus dari semua Pihak tentang korban penyalahgunaan narkoba ini, jelas Ketua Pengadilan Negeri Gayo Lues (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed