oleh

Ketua LSM LP2IM Desak Polda Aceh Secepatnya Usut Proyek RHL di Agara Tahun 2019

Ketua LSM LP2IM Agara M. Sopyan Sesky

AGARA RADARNEWS- Terkait kegiatan  proyek Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) kegiatan multi years di  Aceh Tenggara  nilai  proyek  tersebut mencapai Rp  17 Miliyar.

Terkait hal itu, Ketua Lsm Lp2im Aceh  Tenggara, M.Sopin Desky, kepada media ini Senin (19/10/20) meminta kepada pihak polda Aceh untuk secepatnya dan serius menangani perkara ini.

Menurutnya bahwa adanya  dugaan proyek tersebut sarat dengan permasalahan  dengan indikasi bahwa bibit yang hendak ditanamkan  itu banyak yang mati, kemudian ukuran bibit tidak sesuai dengan spesifikasi teknis serta galian lubang dan pemeliharaan tidak sesuai dengan juklak dan juknis nya.

Sehingga terkait kasus tersebut pihak PPTK maupun pihak  Pengawas dan kontraktor wajib bertanggung jawab dalam masalah ini kemudian pihak KPH Wilayah Aceh Tenggara juga wajib bertanggung jawab. Papar Sopiyan

Kemudian dia menjelaskan bahwa, kegiatan Proyek RHL ini dikerjakan oleh beberapa perusahaan yakni, perusahaan Dian Frists Hutabah Kora II dengan nilai kontrak Rp5.788.273.150, CV Zara Kemilau nilai kontrak Rp2.325.415.431, CV Cahaya nilai kontrak Rp1.260.568.804, CV Sumber Rezeki nilai kontrak Rp5.925.090.600, CV Attarik Beujaya nilai kontrak Rp2,5 Miliyar.

Menurut M.Sopian Desky, daerah Aceh Tenggara Tahun 2019 untuk penanaman RHL pada wilayah kerja UPTD KPH Wilayah IV Aceh adalah seluas 1600 hektar dengan jumlah bibit tanam 640.000 batang yang tersebar di 5 kecamatan yakni Kecamatan Ketambe, Semadam, Lawe Sigalagala, Babul Makmur dan Lauser.

(Statemen Lsm Lp2im)
-Berdasarkan Kompirmasi tim Lsm Lp2im ke KPH aceh tenggara Bapak Mujahid Beliau mengatakan Bahwa proyek RHL di Aceh Tenggara Sedang  masalah Dalam penangganan pihak Polda Aceh.

“Atas Dugaan proyek RHL yang bermasalah tersebut saya mendesak kepada  pihak Polda Aceh untuk serius menangani perkara Rehabilitasi Hutan dan Lahan(RHL) ini karena anggrannya cukup fantastis yaitu  Rp 17 Miliyar. Sehingga kegiatan Proyek tersebut ada potensi kerugian negara dalam pengelolaan proyek RHL tersebut.

Sementara itu salah seorang warga Kecamatan Lauser  Aceh  Tenggara, inisial Ar (40) kepada media ini mengatakan bahwa penanaman sejumlah bibit untuk lahan warga lebih kurang hanya beberapa hektare saja sebab sebagian besar warga menolak lahannya ditanami karena mengganggu aktivitas lahan mereka sebab lahan warga setempat sedang ditanami jagung. Cetus warga (yusuf )

News Feed