oleh

KETUA DPRK SUBULUSSSALAM ADE FADLY PRANATA MENOLAK OMNIBUSLAW

SUBULUSSALAM RADARNEWS– ketua DPRK Subulusssalam Ade Fadly Pranata dan MZA Ridho Bancin, Karlinus dan Khalidin selaku anggota DPRK Subulusssalam nyatakan tolak Omnibuslaw UU cipta kerja, dengan pernyataan langsug dan pernyataan dalam selembar kertas yang ditanda tangani diatas matre Rp.6000, disaksikan oleh seratus lebih mahasiswa asal kota Subulussalam.

Kamis, 08 Oktober 2020, Sejumlah mahasiswa melakukan aksi demo di gedung DPRK Subulusssalam, dalam seruan aksi, mahasiswa menuntut dan meminta DPRK Subulusssalam gagalkan Omnibuslaw (UU cipta kerja) yang telah disahkan oleh DPR RI.

Sandi Angkat selaku korlap aksi demo meminta kepada DPRK Subulusssalam, agar memberikan sikap penolakan dan gagalkan Omnibuslaw UU Cipta Kerja yang telah disahkan dalam beberapa hari lalu.

Sandi menyampaikan dalam orasinya “kami meminta agar wakil rakyat kami menyatakan sikap penolakan terhadap omnibuslaw dan gagalkan omnibuslaw (UU Cipta Kerja) yang telah disahkan oleh DPR RI pada malam Sabtu lalu”.

Dalam seruan aksi mahasiswa atas penolakan Omnibuslaw tersebut, DPRK Subulusssalam menyahuti dan menampung aspirasi mahasiswa dengan positif. Ketua DPRK Subulusssalam dan ketiga anggota DPRK Subulusssalam yang hadir, menyatakan penolakan secara langsung di hadapan para mahasiswa, dan pertanyaan penolakan DPRK juga dituangkan dalam selembar kertas dan ditanda tangani oleh ketua DPRK dan ketiga anggota DPRK yang hadir.

Karlinus salah seorang anggota DPRK Subulusssalam yang berhadir menyampaikan “Sebenarnya kami sudah menunggu kedatangan mahasiswa hari ini, sejak jam 8 pagi kami menunggu” sahutnya.

Dan Ade Fadly Pranata selaku ketua DPRK Subulusssalam juga menyahuti aspirasi mahasiswa ” kami secara mengatas namakan kelembagaan mendukung menolak Omnibuslaw”tutupnya. [Iwansyah]

News Feed