oleh

Ketika Aku Harus Pergi (Puisi)

Google

Oleh: Syukri

Ayah, Ketika ku harus melangkahkan kaki dan mengayunkan tangan
Ku hanya mampu mengucapakan selamat tinggal

Tak mengapa walupun aku harus pergi
Mungkin bagimu aku tak begitu berarti karena Aku di anggap tak berada di barisan saudara-saudaraku yang lain Ayah

Setelah ada penggatiku yang lebih sempurna,
Akupun harus rela terhempas oleh derasnya gelombang
Dan terbang oleh kerasnya laju angin.

Kini aku harus mengangkat kaki dari lantai rumah ini
Kini aku harus menuju persimpanag jalan yang sudah engkau tentukan ,kurelakan demi kehendakmu Ayah.

Ayah, walaupun hati ini merasa tergores
Aku tak akan menyimpan dendam
Tapi Ayah, yang sedikit ku sesalkan
Seolah kepergianku karena keterpaksaan

Lewat tangga rumah ini aku harus pergi,
Dari pintu rumah ini aku harus melangkahkan kaki.
Demi inginmu Ayah, semua akan kulalui.

Pintaku darimu Ayah, iringilah setiap langkah ku dengan do’a mu
Aku berharap suatu saat nanti, jenguk lah aku di manapun aku berada, karean aku juga anakmu.

Ayah, terima kasih atas semua yang engkau beri
Karena dari dirimu aku sudah banyak berlatih tentang asa
Biarlah semua kujadikan bayang indah yang harus kukenang

Ayah jika suatu saat nanti aku tak kembali
Ingatlah aku ayah,
Jika suatu saat aku tak didekatmu lagi, kenang lah aku Wahai Ayah.

Ayah titip salam untuk Ibu dan saudara-saudaraku.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed