oleh

Kehormatan Anak Bawah Umur Ditukar Dengan Kayu Bakar

-Hukum-202.001 views
Polres Gayo Lues Mengamankan Tersangka dan barang bukti. Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam, S. I. K., M.H (tengah)

Penulis : Syukri

GAYO LUES RADARNEWS– Tega nian sorang paman (“pakcik” red : Gayo) menukar kehormatan keponangkannya sendiri dengan setumpuk kayu bakar kepada seorang pria hidang belang. Peristiwa ini terjadi di dusun Aih terjun, Kampung Rerebe Kecamatan Tripe Jaya Kabupaten Gayo Lues, Sabtu,16 Mei 2020 lalu pukul 24 Wib.

Diketahui, Korban sebut saja namanya Melati masih berusia di bawah umur (16 tahun). Kehormatan wanita malang ini direnggut oleh pelaku inisial SK (26 tahun) di sebuah persawahan berlokasi di jembatan desa Rerebe Jalan menuju desa perlak kecamatan tripe jaya. Pelaku masih satu kampung dengan korban.

Penjelasan ini disampaikan Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam, S. I. K., M.H, pada saat mengelar Konferensi Pers di Aula Polres setempat, Senin(10/8), “Si paman korban ini menyediakan sawah untuk dicaangkol pelaku”, ungkapnya.

Disampaikan Kapolres, paman korban yang berperan sebagai perantara atau germo berinisial SH (26 tahun) juga warga dusun Aih terjun Kampung Rerebe Kecamatan Tripe jaya. Kehormatan keponakakanya itu ditukar dengan tumpukan kayu bakar untuk penyuling serai wangi. Kedua pelakau SK dan SH sudah membuat kesepakatan terlebih dahulu.

Sebelum kejadian, SK sudah mempunyai niat untuk malukukan aksi bejatnya itu dan Ia pun meminta bantuan SH (Paman korban) agar bisa membawa Melati keluar rumah pada malam hari, si paman korban inipun setuju dengan syarat asalkan pelaku mau membantu dia menyediakan kayu bakar untuk penyulingan serai wangi.

Selanjutnya pada malam hari tepatnya 16 mei 2020 sekitar pukul 23 :Wib, pelaku menjemput melati yang kebetulan tidur di rumah pamannya. diperjalan Pelaku mengambil baju daster dan jilbab warga sekitar untuk dia pakai supaya bisa menyamar menjadi seorang wanita.

Sebelumnya antara paman korban dan pelaku juga sudah membuat kesepakatan, apa bila terjadi masalah di kemudian hari Paman dari korban meminta jangan dilibatkan.

Sesampainya di rumah tempat melati menginap, tersangka langsung mengetuk pintu serta memanggil korban, dengan berpura-pura menyamar menjadi bibiknya, Pelaku beralasan menjemput dan membawa Melati pulang ke tempat orang tuanya. Selanjutnya si Paman Korban inipun memangil dan menyuruh keponakannya pulang bersama laki-laki hidung belang itu yang menyamar menjadi perempuan mengunakan sepda motor.

Diperjalana, Pelaku lalu membuka pakaian wanita yang dikenakan dan mengakui indetitasnya yang asli bahwa dia bukanlah bibiknya melaikan seorang pria. SK ini mengajak Melati bercinta, namun wanitu lugu itu menolak. Demi memenuhi hasrat SK melakukan pemaksaan dan mengangkat Melati dari atas sepeda motor.

Tidak peduli walaupun Melati menangis, pelaku terus memaksa dan menyekap mulut korban hingga akhirnya niat SK terpenihi dan berhasil menggagahi anak di bawah umur itu di areal persawahan. Tidak cukup sampai disitu saja, tek berselang lama, korban kembali di gagahi untuk kedua kalinya tidak jauh dari lokasi pertama yaitu di bawah jembatan desa rerebe.

Menghadapi nafsu bejat pria hidung belang ini, lalu korban tidak sadarkan diri di tempat kejadian, tanpa belas kasihan korbanpun ditingal begitu saja oleh Pelaku di bawah jebatan rerebe. Setelah sadarkan diri Melatipun pulang dengan seorang diri serta melaporkan kejadian ini kepada salah satu warga desa.

Atas kejadian ini berdasarkan laporan yang diterima Pihak kepolisian kedua pelaku inisial SK dan SH ditangkap, mereka disangkakan pasal 73 D atau pasal 81 ayat (1) dan (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

 

News Feed