oleh

Kedepan Pemkab Gayo Lues Memulai Pekerjaan dengan Berbasis Data

GAYO LUES RADAR NEWS- Pemerintah Kabupaten Gayo Lues sosialisasi tentang Pendataan Potensi Desa (Podes) Dan Survei Pertanian Antar Sensus (Sutas) tahun 2018, acara ini dilaksanakna di kantor Bupati Kabupaten Gayo Lues kamis (03/04/18)

Acara ini dihadiri oleh Sekda Kabupaten Gayo Lues H. Thalib S.sos, Para Asisten, Kepala BPS Gayo Lues, Para Kepala SKPK, Para Kabag Para, Camat dan para pengulu dikabuapten Gayo Lues.

Bupati Gayo Lues H.Muhammad Amru melalui Sekda H.Thalib S.sos mengatakan, sosialisasi ini dilakukan, semua pihak terkait agar satu persepsi tentang mutlaknya ketersediaan Data dalam proses pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi.

“Memulai pekerjaan dengan perencanaan yang berbasis data, hasil akhir pekerjaan kita pun akan didokumentasikan menjadi data. Data akan menjadi catatan sejarah kinerja kita” sebutnya.

Dikatakan Sekda, sosialisasi yang dilaksanakan tersebut pokus tentang Pendataan Potensi Desa (Podes) dan Survey  Pertanian Antar Sensus (Sutas), yang nantinya akan dipandu oleh BPS Kabupaten Gayo Lues.  pendataan Podes akan dilaksanakan di bulan mei sementara Sutas dilaksanakan pada bulan mei hingga juni tahun 2018.

Thalib kembali menjelaskan, SUTAS merupakan survei dengan pendekatan rumah tangga pertanian  yg bertujuan untuk mendapatkan data perubahan usaha pertanian antara tahun 2013 yang lewat sampai dengan tahun ini 2018 (5 tahun), sekaligus untuk bahan perencanaan survei pertanian lainnya sebelum pelaksanaan sensus pertanian di tahun 2023.

Sementara PODES mencakup pengumpulan data di tingkat desa atau kampung dimana kepala desa yang akan menjadi responden, juga tingkat kecamatan dimana camat yg menjadi responden, juga Sekda akan menjadi responden di tingkat kabupaten.

“Apa yang kita harapkan dari hasil Pendataan Podes ini ?  Hasilnya, kita akan dapat gambaran potensi infrastruktur, potensi ekonomi, potensi sosial dan budaya, kondisi lingkungan dan keamanan serta penyelenggaraan desa atau kampung” ujarnya

Beliau berhara agar semua sthekolder terkait agar lebih seriyus memahami yetang apa yang di sosialisasikan tersebut supaya lebih epektif dalam memandu petugas khususnya para kepala desa, karena sumber utama data dan informasi desa tentunya pengulu sebagai kepala daerah tingkat kampung.

“Bapak para pengulu lah yang harusnya lebih tahu, lebih paham dan lebih bertanggungjawab terkait data dan informasi kampungnya masing-masing” jelas beliau.(Syukri).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed