oleh

Kaleidoskop 2020: Pengungkapan Kasus Narkoba Skala Besar Bareskrim Polri

 

JAKARTA, RADAR NEWS | Sepanjang tahun 2020, Polri berhasil mengungkap ribuan kasus terkait peredaran narkotika. Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan sebanyak 50,1 ton ganja, 5,53 ton sabu dan narkotika jenis lainnya.

“Polri telah melakukan pencegahan peredaran narkoba melalui jalur laut dan darat dengan mengamankan 50,1 ton ganja,” kata Kapolri Jendral Idham Azis dalam Rilis Akhir Tahun 2020 di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (22/12/2020).

“Dan 5,53 ton sabu, 737,384 butir XTC, 41,765 gram heroin, 330 gram kokain, 104,321 gram tembakau gorilla dan 64,5 gram hashish,” sambungnya.

Selain pengungkapan itu, sebanyak puluhan ribu orang terlibat dalam pengungkapan kasus narkoba yang dilakukan Polri. “Kemudian, untuk total sebanyak 48.948 tersangka dilakukan penegakan hukum,” ujarnya.

Pengungkapan Kasus Narkoba Skala Besar

Bareskrim Polri membongkar penyelundupan sabu jaringan Internasional di Banten (Foto: Dok PMJ News).
Bareskrim Polri membongkar penyelundupan sabu jaringan Internasional di Banten

 

Dalam setahun terakhir, polri memang gencar melaksanakan operasi pemberantasan narkoba. Terbukti dari sejumlah pengungkapan kepolisian berhasil menyita barang bukti dalam jumlah besar, yang di antaranya merupakan jaringan internasional.

Februari, 59 Kg Sabu Asal Malaysia

Pada Februari 2020, Bareskrim Polri meringkus 11 tersangka kurir narkoba sekaligus menyita 59 kg sabu asal Malaysia yang diselundupkan ke Riau.

“Narkoba sabu dibawa dari Malaysia. Modusnya dengan menyelundupkan barang melalui jalur laut,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar di Kantor Bareskrim, Jakarta, Rabu (12/02/2020).

Mei, Bandar Jaringan Timteng Ditangkap

Selanjutnya pada Mei 2020, Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkoba jaringan Internasional di kota Serang. Dalam pengungkapan itu, sebanyak 821 kilogram jenis sabu berhasil diamankan dari sebuah Ruko di Jalan Takari, Kota Serang, Banten.

“Dari tim Satgasus Bareskrim Polri berhasil mengungkap bandar narkotika jaringan Internasional, yakni Timur Tengah,” ujar Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di Serang, Sabtu (23/5/2020).

“Adapun pelaku yang saat ini sudah kita amankan inisial saudara BA dari Pakistan dan saudara AS dari Yaman,” sambungnya.

Ia menambahkan, para tersangka menyamarkan pengiriman sabu tersebut dengan buah asam Kuranji. Mereka masuk ke Banten sekitar dua pekan sebelumnya melalui salah satu wilayah pantai yang ada di daerah Banten.

Juni, Peredaran Narkotika di Sukabumi Terkuak

Tak berselang lama, jajaran Polri kembali membongkar upaya peredaran narkotika dalam jumlah besar di Sukabumi, Jawa Barat. Dari pengungkapan ini, polisi mengamankan 402 kilogram sabu dan menangkap enam tersangka berinisial BK, I, S, NH, R dan YF.

“Mengamankan sabu seberar 402.380 gram (402 KG) dengan mengamankan enam orang,” ujar Listyo dalam jumpa pers di Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (4/6/2020).

Listyo merinci, Satgassus Polri pada TKP pertama di Pelabuhan Ratu mengamankan sabu seberat 2,36 Kg. Lalu TKP II di Sukaraja, Sukabumi, polisi amankan 392,94 Kg, lima bungkusan plastik dengan sabu 5,9 Kg dan satu bungkus plastik dengan berat 1,18 Kg.

“Total 341 bungkus plastik dengan berat bruto per bungkus 1.180 gram. 341 x 1.180 gram, 402.380 gram sabu,” tukas Listyo.

Keterangan Direktorat Tindak Pidana Narkoba soal pengungkapan kasus narkoba. (Foto: PMJ News/ Adi)
Keterangan Direktorat Tindak Pidana Narkoba soal pengungkapan kasus narkoba. (Foto: PMJ News/ Adi)

 

Oktober, 89 Kg Sabu dan 290 Kg Ganja Dimusnahkan

Sebelum tutup tahun, Bareskrim Polri juga memusnahkan sejumlah barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus dari jaringan internasional di Aceh, Medan, Pekanbaru, Sumatera Barat, Jakarta dan Jawa Timur.

Adapun barang bukti narkoba yang dimusnahkan antara lain terdiri dari 89 kilogram sabu, 290 kilogram ganja, dan 68.986 butir pil ekstasi. Barang bukti ini hasil dari operasi selama kurun waktu 58 hari.

Barang haram tersebut merupakan barang bukti yang disita dari Operasi Seaport Interdiction, Bakauheni, Lampung dan Jaringan Ladang Ganja Mandailling Natal, Sumatera Utara dalam kurun waktu 58 hari, mulai 27 Oktober hingga 23 Desember 2020.

“Pemusnahan barang bukti narkotika ini adalah sebagai wujud transparansi dan pertanggungjawaban Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri kepada publik,” ungkap Wakabareskrim, Irjen Pol Wahyu Hadiningrat kepada wartawan, Rabu (23/12/2020). (PMJ)

News Feed