oleh

Ini Jenis Kopi di Gayo Lues yang Sudah Dikenal Dunia

GAYO LUES RADAR NEWS-Kopi merupakan salah satu minuman yang paling terkenal di kalangan masyarakat indonesia, termasuk di kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh, Kopi digemari karena memiliki citarasa dan aroma yang khas.

Di Negara Indonesia kopi yang berasal dari kabupaten Gayo Lues ini juga sudah dikenal oleh Negara luar termasuk Amerika, belakangan ini pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui bupati setempat H.Muhammad Amru telah mempromosikan kopi Gayo Lues di ajang pameran kopi spesialty terbesar di dunia bertajuk Specialty Coffee Association (SCA) Coffee Expo di Seattle, Amerika Serikat. tepatnya pada tanggal 19 sampai 22 April 2018.

Even ini mempertemukan para pelaku bisnis kopi dari berbagai negara di belahan dunia mulai dari produsen, pembeli dan industri pengolahan kopi. Sementara bagi para produsen kopi dari berbagai negara termasuk delegasi indonesia dari Kabupaten Gayo Lues diberi kesempatan memamerkan biji kopi unggulannya di masing-masing stand yang disediakan.

Walaupun Gayo Lues sebagai produsen kopi, namun masih banyak masyarakat setempat yang belum begitu mengenal tentang jenis kopi yang dibudidayakan di daerah ini, kecuali pelaku usaha.

Berdasarkan hasil wawancara Media ini dengan beberapa Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues Senin (30/04/18) salah satunya Selamet, PPL ini sudah biasa berperan dibidang penyuluhan tanaman kopi. Menurut beliau bahwa tanaman perkebunan tersebut di Kabupaten Gayo Lues terdapat beberapa jenis yang sudah dibudidayakan.

Dikatakan Selamet, Varietas kopi yang dibudidayakan oleh petani ada 2 yaitu Arabika dan Robusta, saat ini yang paling banyak ditanam adalah varietas Arabika, salah satu alasan petani lebih memilih varietas Arabika karena hasil peroduksi lebih banyak.


Varietas Arabika tersebut ada beberapa klon yang dibudidayakan di daerah ini, diantaranya klon Gayo I, Gayo II, P88 dan Ateng.

Klon Gayo I terbagi beberapa jenis yaitu, Tim-tim, Longbery dan Catimor, Tanaman kopi jenis ini banyak dijumpai di kecamatan Pantan Cuaca, Blangkejeren, Dabun Gelang, Blang Pegayon dan Putri Betung.

Sementara Untuk Klon Gayo II seperi jenis Bor-bor hampir tidak ada dibudidayakan oleh petani Gayo Lues, karena ketinggian tempat tidak mendukung, syarat tumbuh yang diinginkan jenis bor-bor ini 1400 sampai dengan 2500 Meter diatas permukaan Laut (DPL),

“Apa bila sarat tumbuh tidak sesuai dengan yang diharapkan, tanaman ini akan lebih mudah terserang oleh Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo)” Jelas selamet.

Untuk Klon P88 dan Ateng dibudidayakan di kecamatan Pinding dan Dabun Gelang seperi Reko dan Genting, juga terdapat di kecamatan pantan cuaca. Ketinggian tempat yang diinginkan tanaman kopi klon ini yaitu 800 sampai 1500 Meter DPL.

Sementara kopi varietas Robusta saat ini juga sudah sangat jarang dibudidayakan di Kabupaten Gayo Lues, kebanyakan sudah diganti dengan Arabika, Varietas ini masih terdapat di Kecamatan Putri Betung, Blangpegayon dan Kecamatan Terangun.


Saat ini petani di Kabupaten Gayo Lues lebih berminat membudidayakan varietas Arabika klon Gayo I dan P88, karena ketingguan tempat hampir untuk semua Kecamatan sangat mendukung.

Atas Pertimbangan tersebut Tanaman kopi klon Gayo I dan P88 sudah mulai dibibitkan oleh masyarakat Gayo Lues, seperi yang dibudidayakan Oleh UD Barokah yang Beralamat di Belangtenggulun Kecamatan Blangkejeren.
Pihak dari UD tersebut melibatkan jasa Para PPL untuk tenaga tehnis (Syukri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed