oleh

Guna Meningkatkan Produktivitas Pertanian, BMKG Gelar Sekolah Lapang Iklim di Gayo Lues

Poto persama pada acara pembukaan SLI

GAYO LUES RADARNEWS- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Aceh melaksanakan Sekolah Lapang Iklim (SLI) di Kabupaten Gayo Lues yang dilakukan selama tiga hari, terhitung dari 23-25 maret 2021. Jumlah peserta sebanyak 40 orang terdiri dari Babinsa, Petani, Penyuluh Pertanian Lapangan dan Petugas teknis dari dinas Pertanian. Acara dibuka Wakil Bupati Kabupaten Gayo Lues H. Said Sani, berlangsung di Pendopo Bupati Setempat, Selasa (23/3/21).

Dalam sambutannya Wakil Bupati Said Sani menuturkan, Sekolah lapang Iklim ini sangat penting dilakukan dan merupakan sebuah langkah yang tepat untuk meningkatakan produktivitas pertanian di Gayo Lues, terlebih Negeri yang berjuluk Seribu bukit ini salah satu lumung pertanian di Provinsi Aceh.

Wabub berharap setelah pelatihan dilakaukan para peserta dapat menyebar informasi kepada petani tentang iklim di Gayo Lues sehingga produktivitas pertanian ke depan akan semakain meningkat. “Melalui SLI kita harapkan nantinya dapat meningkatkan produksi perataian dan tanaman pangan”, ujar Wabup itu.

Pada kesempatan yang sama, Said Sani juga menjelaskan bahwa Pemkab Gayo Lues sangat mendukung program yang digagas oleh Stasiun Klimatologi Aceh Besar tersebut, sebab upaya ini sangat berpegaruh terhadap pengebangan Sektor Pertanian yang selama ini telah mampu menyelamatakan ekonomi masyarakat setempat.

Selanjutnya, Ketua Panitia Pelaksana kegiatan yaitu Kepala Stasiun Klimatologi Aceh Besar Wahyudin S. P., M. I. Kom juga menyampaikan dalam laporanya bahwa. SLI sendiri merupakan langkah kongkret BMKG dalam memperkuat kapasitas sektor pertanian terhadap dampak perubahan iklim yang sedang dan akan terjadi.

Melalui sekolah lapang diharapkan semua steackholder terus bersinergi memperluas pemahaman tentang informasi iklim guna meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Gayo Lues, sebab dalam hal ini BMKG juga mengemban tugas dalam Sektor pertanian dan perkebunan.

Menurut Wahyudin Pemahama tentang curah hujan sangat perlu ditingkatkan untuk mencapai tujuan, dimana pertanian sangat erat hubungannya dengan iklim. Pun demikian, petani di Gayo Lues tidak bisa sepenuhnya bergantung pada BMKG untuk menyesuikan iklim dengan musim tanam, terlebih di Gayo Lues lahan pertanian juga cukup lues, jadi untuk itu petani dan PPL perlu dilatih oleh BMKG melalui SLI.

Diharapakan Wahyudin, setelah selesai mengikuti pelatihan ini, peserta mampu dan terampil memahami informasi iklim serta dampakanya terhadap kegiatan pertanian, serta melakukan berbagai upaya antisipasi dan adaptasi terhadap adanya variabelitas atau iklim yang ekstrim.

Selain itu, diharapkannya juga agar supaya peserta memiliki kapasitas dalam melakukan pelatihan atau transfer kepada penyuluh yang lain atau kelompok tani, sehingga pada akhirnya semakin banyak petani yang mempunyai kesadaran akan adanya iklim estrim serta dampaknya pada usaha pertanian yang bisa menyebabkan gagal panen. (Syukri).

News Feed