oleh

Gayo Lues Ternodai “Mantan Jurnalis Sakit Hati”

 

GAYO LUES RADAR NEWS-Ketika seorang Pemimpin begitu semangatnya membenahi syariat Islam di bumi yang akrab disebut Negeri aulia ini, tiba-tiba harus ternodai oleh sekelompok  orang yang mengabaikan ketentuan dari syariaat islam itu sendiri.

Kemuliaan Negeri seribu bukit ini tercoreng karena ulah manusia-manusia  yang hanya memikirkam kesenanganya sendiri serta mengambil keuntungan dengan cara mengorbankan nilai-nilai syariat islam.

Pasca penangkapan terhadap 15 orang terduga pelaku Maisar (perjudian) dan Khamar (minuman memabukan) Oleh Petugas Gabungan Dari Polri, Satpol PP dan TNI, dikampung Badak Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues sekira Pukul 16:00 wib Selasa (10/04/18).

Atas kejadian itu, menjadi sebuah kehinaan bagi Kabupaten Gayo Lues yang selama ini dikenal dengan Negeri  pengamal syariaat islam.

Dengungan demi dengungan kata syatiaat islam yang terus dilontarkan oleh Bupati Gayo Lues disetiap menyampaikan pidato dilingkungan pemerintahan Kabupaten Gayo lues maupun di tengah masyarakat, namun seolah hal itu seakan diabaikan oleh sebahagian kalangan.

Bupati Gayo Lues H.Muhammad Amru yang juga mantan jurnalis ini, merasa tersinggung akibat ulah sebahagian masyarakat yang dia pimpin itu melanggar Syariaat islam, karena selama ini Gayo Lues yang Islami menjadi impian oleh Kalayak banyak.

Kekesalan Bupati ini sempat dia sampaikan di beberapa media. Dia merasa bahwa dirinya sudah dihina dan dilecehkan oleh warganya sendiri. Atas rasa sakit hatinya itu, dia meminta agar kasus ini di tuntaskan sampai keakar-akarnya.

Menuju Gayo Lues yang islami  sesuai Visi Misi Bupati Gayo Lues untuk lima tahun kedepan masa Kepemimpinan H.Muhamad Amru dan Said sani, kembali mendapat tantangan.

Bukan hanya itu, tidak lazim terjadi, yang ikut terlibat menodai Negerinya sendiri dari ke 15 (lima belas) orang tersangka itu, 2 (dua) diantaranya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Mungkin para PNS ini hanya memberikan Sumpah palsu ketika di lantik untuk mengemban jabatanya yang katanya “senantiasa menjunjung tinggi kehormatan Negara, Pemerintah, dan Martabat Pegawai Negeri”.

Selain PNS, dari lokasi penangkapan tersebut salah satu oknum juga menggunakan atribut Pemuda PANCASILA (PP).Mungkin pemuda PANCASILA ini lupa tetang sila pertama dalam PANCASILA itu sendiri yang berbunyi “Ketuhanan yang maha esa”, mungkin dia tidak ingat bahwa salah satu fungsi Pemuda PANCASILA adalah untuk membangun masyarakat Indonesia yang berbudi pekerti luhur.

Hal yang tak logis juga terdapat dalam kasus tersebut, dikabarkan pemilik tempat maksiat itu, merupakan seorang wanita tua yang sudah ber umur 50 (lima puluh) tahun.

Hal yang tidak masuk akal bila seorang nenek-nenek yang sudah berumur 50 tahun itu tau jenis minuman beralkohol dengan bermacam merk, hal yang tidak mungkin bila seorang wanita tua tau dengan stik dan meja biliyar.

“Anah” bila seorang wanita tua mampu menjalankan bisnis haram tanpa ada orang lain dibelakangnya. Dengan penyidikan oleh pihak yang berwenang nantinya semua pasti terungkap.

Bila memeng sudah terbukti bahwa pasukan 15 ini melanggar Sariaat islam, tentu mereka akan dihukum dengan ketentun dan kanun serta undang-undang yang berlaku.(Syukri).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed