oleh

Gaji Tenaga Honor Setara dengan Harga 3 Kg Minyak Sere Wangi

Tanaman sere wangi di desa rema baru, sumber gambar tenaga honor google

GAYO LUES RADAR NEWS- Di Kabupaten Gayo Lues, saat ini gaji Pegawai Tidak Tetap Kabupaten (PTTK)/Tenaga honor, per satu bulan diterima jumlahnya setara dengan harga 3 (tiga) kilo gram minyak atsiri tanaman sere wangi.

Petani sere wangi mampu melakukan penyulingan dengan memperoleh hasil sebanyak sekitar 4 sampai 5 kilo gram setiap harinya, nilai jual minyak sere wangi saat ini di pasar Gayo Lues mencapai Rp 340.000 per kilo gram.

Dikatakan Remedin (35) petani sere wangi dari Desa Rema Baru Kecamatan Kutapanjang, apa bila seorang petani memiliki lahan seluas satu hektar yang sudah di tanam sere wangi, dan harga jual minyak sere wangi tersebut masih bertahan dengan harga sekarang, dirata-ratakan gaji seseorang petani perbulanya mencapai 2 hingga 3 juta rupiah.

” Penghasilan yang kita peroreh itu sudah bersih, kita hanya melakukan pengawasan saja di kebun kita, semua proses untuk mendapatkan minyak dikerjakan orang lain”katanya, Sabtu (02/06/18).

Lanjut beliau “Kalau kita punya lahan seluas 1 hektar saja yang ditanami sere wangi, itu sudah lumayan penghasilan kita. Sere wangi cukup membantu ekonomi petani” paparnya.

Penghasilan petani saat ini sangat jauh perbandinganya dengan gaji tenaga honor di Kabupaten Gayo Lues, karena dalam satu hari petani melakukan penyulingan, mereka mampu menghasilkan uang lebih dari Rp 1.000.000 juta.

Sementara untuk gaji yang diterima tenaga honor di Kabupaten Gayo Lues setiap bulanya lebih kurang hanya Rp 1.000.000 juta. Itu artinya gaji satu bulan tenaga honor sebanding dengan 3 kg minyak sere wangi.

Di tempat terpisah, hal ini juga di benarkan oleh seseorang tenaga honor, ketika awak media ini mencoba mewawancarai salah seorang tenaga honor tersebut yang enggan menyebut nama dan intansinya menuturkan, bahwa gaji yang dia peroleh selama ini hanya RP 1.000.000 per bulanya.

“Gaji saya per bulanya hanya Rp 1.000.000, itupun tidak rutin diterima, kadang diberikan 3 (tiga) bulan sekali” katanya.(Syukri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed