oleh

Dua Oknum Mengaku Wartawan Diamankan Akibat Melakukan Pemerasan

SUBULUSSSALAM RADARNEWS- Dua oknum mengaku wartawan diamankan Polres Subulusssalam. Kedua oknum wartawan tersebut berinisial, PS dan SB, dan keduanya berdomisili di kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam.

Dari keterangan yang diberikan oleh Kapolres Subulusssalam AKBP.Qori Wicaksono, Saat konferensi pers. Prihal kedua oknum yang mengaku wartawan tersebut diamankan berdasarkan laporan dari masyarakat kepada Polres Kota Subulussalam, bahwa ada dua oknum yang mengaku sebagai wartawan dan melakukan pemerasan terhadap salah satu kepala desa yang ada di Kecamatan Rundeng yang diduga menggunakan ijazah palsu untuk menjadi kepala desa. Jumat (08-01-2021)

AKBP.Qori Wicaksono menjelaskan kejadian pemerasan yang dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan tersebut, bahwa oknum wartawan tersebut meminta untuk menindaklanjuti kasus kepala desa yang diduga menggunakan ijazah palsu, kalo tidak oknum tersebut akan melaporkan kepada pihak yang berwenang dan akan kembali diberitakan kemedia yang dia miliki, karena sebelumnya kasus tersebut telah pernah diberitakan.

Setelah itu oknum yang mengaku wartawan itu meminta imbalan sebesar 50 juta rupiah, dan terjadi tawar menawar, karena kepala desa yang diduga menggunakan ijazah palsu tersebut takut, maka kepala desa tersebut menyanggupi tawar menawar dengan nilai 15 juta rupiah. Tegas AKBP.Qori Wicaksono.

Setelah negosiasi disepakati, diatur tempat pelaksanaan transksi didepan One Hermaes yang terletak dikecamatan penaggalan Kota Subulussalam, dan yang bersangkutan menyerahkan uang tersebut kepada NL salah satu rekan yang mengaku sebagai wartawan tersebut. NL sebagai penerima uang statusnya belum diketahui dan saat ini masih Dalam pemcarian orang (DPO).

Kedua oknum yang mengaku sebagai wartawan tersebut telah kami amankan dengan barang buktinya yaitu HP, tas slempang dan stempel biro media yang dimiliki pelaku. Dan kedua oknum tersebut terjerat pasal 368, kasus tindak pidana pemerasan dengan hukuman masa kurungan 6 tahun penjara. Uajar AKBP.Qori Wicaksono. (iwansyah)

News Feed