oleh

Diduga Anggaran Tapal Batas Desa Tahun 2020 Raib Oleh Oknum Terselubung

Anggota LSM LIRA

Kutacane,Radarnews.com| Diduga Anggaran Dana Desa tapal batas di Kecamatan Bambel Kabupaten Aceh Tenggara tahun anggaran 2020 raib oleh oknum terselubung mencapai Rp 23 juta per Desa.

Dalam hal ini mendapat sorotan hangat dari lembaga swadaya masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), dana tanpal batas tahun 2020 perlu kita pertanyakan kepada aparat Penegak hukum, Anggaran tapal Batas ini, perlu penyidikan lebih lanjut oleh Polres Agara Jelas kata M.Saleh Selian kepada media Radarnews.Com Rabu (27-01-2021).

“Hal ini ,Ada mafia terhadap dana tapal batas desa Tersebut, Dengan ini Saya Selaku Bupat Lira Aceh Tenggara berharap kepada penyidik Polres Agara agar bisa mengungkap kasus tersebut.

Disamping itu , disiyalir bermacam modus untuk menggerogoti dana desa oleh oknum – oknum yang terselubung.

Lanjut, seharusnya dana desa digunakan sesuai kebutuhan, artinya jangan menggunakan dana desa berdasarkan pesanan yang mementingkan golongan kepala desa untuk meraup keuntungan pribadi maupun Ber kelompok, terkesan pembuatan tanpal batas desa diduga fiktif.

Pada Dasar nya, Dijelaskan sejatinya para kades jangan diam apabila dana desa mereka digerogoti oleh oknum maupun kelompok dengan cara memberikan program pesanan, seperti pembuatan tanpal batas , para kades harus tahu bahwa mereka adalah pejabat dipilih secara politik oleh masyarakat, artinya kades berhak mengatur rumah tangganya sendiri sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Saya berharap, kedepannya unit Tipikor Polres serta Pidsus Kejari Aceh Tenggara harus peka terhadap berita-berita tentang dugaan tindak pidana korupsi karena informasi yang berharga.” Artinya jangan jadi penonton dalam berita tutup saleh Selian.

Sementara itu ,salah seorang kepala desa yang ada di Kecamatan Bambel yang tidak mau di sebut jati dirinya kepada media Radarnews.com pada Rabu (27-01-2021) mengatakan, dirinya merasa heran,” dana itu raib begitu saja.

padahal kami sudah menyetorkan dana itu pada awal tahun 2020 lalu, namun hingga kini batas desa itu tak kunjung dikerjakan oleh pihak ketiga, dalam hal ini langsung dikoordinir oleh pihak kecamatan singkatnya.(Yuda)

News Feed