oleh

Budi Waseso Tanam Perdana Bibit Jagung Pengganti Ganja di Bireuen

 

Lhokseumawe, Radarnews : Proyek Percontohan Grand Design Alternative Development (GDAG) yang sudah dicanangkan Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui penanaman perdana bibit jagung di lahan seluas 23 Hektar di Gampoeng Meunasah Bungoe, Kabupaten Bireuen, Rabu (28/02/2018) adalah pencanangan tanaman pengganti ganja, sama seperti yang sudah dicanangkan di Kabupaten Gayo Lues melalui penanaman kopi, dan Kabupaten Aceh Besar melalui penanaman padi.

Tiga Kabupaten tersebut merupakan percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia dalam rangka mengurangi secara perlahan produksi tanaman ganja yang selama ini merupakan produksi dalam negeri. Hal ini berbeda jauh dengan narkoba jenis sabu-sabu yang merupakan narkoba impor dari luar negeri.

“Pemberantasan narkoba jenis ganja sama halnya dengan pemberantasan narkoba jenis sabu-sabu. Jadi, dari luar kita blok terus juga dari dalam kita tekan juga,” terang Kepala Komjen (Pol) Budi Waseso dalam konferensi pers Tanam Perdana Komoditas Alternatif Development (GDAG) di lahan seluas 23 hektar di kawasan Desa Meunasah Bungoe, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, didampingi Bupati Bireuen, H. Saifannur, serta perwakilan Kementerian Bappenas, Kementrian Pertanian dan Kementrian Koperasi dan UMKM.

Selain jagung, nanti juga akan ditanam Kedelai, Kelapa, dan tanaman produktif lainnya. Pencananganan tanaman pengganti ganja tersebut juga diawali dengan acara pengalungan bunga kepada Budi Waseso, lalu dilanjutkan acara seremonial, hingga penanaman perdana bibit jagung dan pembagian pupuk organik, disaksikan para petani, tamu undangan, serta petugas satgas anti narkoba Kabupaten Bireuen. (DY/HF)/RRI

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed