oleh

BPP CELALA SUKSES MELAKUKAN UJICOBA PENANAMAN BIBIT PADI UNGGUL INPARI 30

Liputan Siriega Ayong*

Pemerintah setiap tahun menghasilkan varietas ungggul untuk berbagai jenis tanaman pangan, termasuk padi salah satunya adalah benih padi jenis Inpari 30 Ciherang Sub1. Ada keunggulan khusus jenis Inpari 30 Ciherang Sub1, pertama umur penyemaian bibit hingga panen yang singkat hanya 110 hari di banding varietas lainya, tahan terhadap berbagai macam hama penyakit dan tahan terhadap rendaman banjir sampai 14 hari selama masa vegetatif dan tidak cepat membusuk. Karena tahan terhadap rendaman banjir, cocok di kembangkan di wilayah yang kerap banjir seperti di pesisir sungai yang ada di Kecamatan Celala ini.

Setelah sukses melakukan ujicoba varietas Inpari 30 di Kelompok Tani  “Buge Ara” Desa Uning Berawang Ramung bersama Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah,  pada hari Sabtu tanggal 03 Maret 2018 dengan hasil panen 8,4 Ton/ Hektar Gabah Kering Panen, kemudian dilanjutkan di Kelompok Tani “Cahaya Tani” di Desa Berawang Gading, pada hari Senin 06 April 2018 dengan hasil Gabah Kering Panennya 9 Ton/Hektar.  Saat ini pada hari Kamis 26 April 2018 BPP Celala melaksanakan    Kegiatan pengambilan sample ubinan  sekaligus Panen perdana padi unggul varietas inpari 30  di  lahan sawah Pak Mahmud seorang Ketua Kelompok Tani  “Mahtuah” dengan menggunakan pola tanam  jajar legowo4:1    di Desa Paya Kolak Kecamatan Celala mampu menghasilkan Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 10 Ton/Hektar, yang hasil panennya meningkat dari pada panen sebelumnya di Desa yang berbeda dalam Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian BPP Celala. yang di hadiri oleh Pak Camat Kecamatan Celala, Kapolsek, Babinsa, Penyuluh, Mantri Tani dan Mahasiswa KPM STAIN UGP.

 

Kepala BPP Celala Sudarmi, SP. Mengatakan dengan kerja keras petani pada panen Perdana ini telah menghasilkan 10 Ton/Hektar, serta mengajak  para petani untuk terus meningkatkan hasil panen padi dengan kerja lebih giat lagi, hasil ini sangat memuaskan karena pada panen sebelumnya dengan  varietas yang sama hasilnya belum mencapai seperti pada panen kali ini, beliau menambahkan jika cara penanaman dan perawatan di tingkatkan kemungkinan hasilnya semakin bertambah, kalau bibit lain hasilnya masih di  bawah 10 Ton/  Hektar, kalau inpari 30 ini berdasarkan uji coba sudah di panen hasilnya sangat memuaskan ucapnya.

Camat Celala Sukirman, S.STP,M.Ec.Dev yang ikut dalam panen perdana mengakui bahwa hasil panen yang melimpah dapat menjadi contoh bagi semua petani agar bisa mendapat hasil yang lebih dari lahan pertaniannya, beliau juga menambahkan semangat dan maju terus PPL semoga selalu dapat menngkatkan kualitas pertanian di Kecamatan Celala demi mewujudkan ketahanan pangan dan menuju masyarakat sejahtera.

Sementara Pak Mahmud Ketua Keompok Tani Mah Tuah memberitahukan bahwa hasil panen padi di lahan usahanya selalu meningkat dari tahun ke tahun, hal ini bisa kami capai karena bimbingan dan arahan yang di sampaikan oleh BPP celala khususnya Penyuluh, kemudian saya bersama anggota menerapkan apa yang telah di ajarkan kepada kami sesuai arahan dan Alhamdulillah hasilnya seperti yang kita saksikan hari ini pungkasnya dengan senyum kebahagian.

Legimin penyuluh Desa Paya Kolak juga mengatakan bahwa petani di wilayah binaannya sangat responsif terhadap varietas unggul baru seperti inpari 30 sangat mudah diperkenalkan dan di adopsi petani, pendampingan petani di lapangan oleh PPL berjalan sangat intensif dan di bantu oleh Babinsa sehingga provitas padi disini cukup tinggi.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah Drh.Rahmandi, M.Si menyampaikan apresiasi kepada BPP Celala  yang telah menetapkan lokasi Demfarm di  wilayah kerjanya dan menjadi model serta contoh untuk pengembangan Padi Inpari 30 ini pada musim tanam, berikutnya, Kadis Pertanian Kabupaten Aceh Tengah ini juga menambahkan bahwasanya semua penyuluh di Dataran Tinggi Gayo ini harus mampuy berbicara dan  memposisikan  dirinya secara profesional sehingga mampu meninggkatkan  kesejahteraan  petani.

Menurut beliau selama ini sebagian besar petani di Kecamatan Celala sudah mengadopsi tekhnologi pemupukan berimbang dan mengurangi dosis pupuk kimia dengan cara menambahkan pupuk organik, pupuk organik mampu memulihkan kondisi tanah yang “sakit”  serta mengembalikan unsur hara kedalam tanah untuk di serap kembali oleh tanaman.

Kelompok Tani “Mahtuah” Desa Paya Kolak adalah satu contoh keompok yang telah berhasil dan selalu berkerja sama dengan penyuluh untuk meningkatkan hasil pertanian di daerah mereka serta sering bersilaturahmi dengan Kelompok dan petani lainnya di Kecamatan Celala untuk berbagi ilmu dan pengalaman sehingga semua bisa berhasil dalam menjalankan aktivitas di lahan pertanian mereka, informasi ini penulis dapatkan langsug dari pak Mahmud Ketua Kelompok Tani “Mahtuah” yang di aminkan oleh petani dan penyuluh  ketika ikut serta dalam kegiatan panen padi Inpari 30 di lahan sawah beliau.

 

*Siriega Ayong, Petani Muda yang berdomisi di Dataran Tinggi Gayo Aceh Tengah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed