oleh

Biaya Produksi Murah, Harga Jual Tinggi, Petani Tersenyum

GAYO LUES RADAR NEWS-Pertanian merupakan salah satu sektor yang terus terlibat dan berperan dalam membangun perekonomian masyarakat Gayo Lues secara umum, dan bercocok tanam hal yang sudah lazim dilakukan oleh para petani di daerah ini.

Bila sistem agribisnis pertanian pada suatu jenis usaha tani sudah mendukung, hal itu sangat berdampak terhadap minat para petani untuk melakukan budidaya pertanianya, seperti halnya yang dilakukan dan dialami oleh para petani sere wangi di Kabupaten Gayo Lues.

Sere wangi, tidaklah asing bagi masyarakat setempat, karena disetiap kecamatan di Kabupaten Gayo Lues tanaman perkebunan ini bisa dijumpai.

Biaya produksi untuk tanaman yang satu ini masih terbilang murah, karena untuk mendapatkan bibit tidak harus dibeli, namun bisa diminta dari kebun saudara atau tetangga, selain itu pemeliharaanya juga tidak begitu sulit bahkan untuk saat ini petani jarang memberikan pupuk pada tanamannya.

Seperti halnya yang dikatakan oleh Pak Sudir, salah satu petani sere wangi di Desa Rema Baru Kecamatan Kutapanjang
“Biaya produksi tanaman yang satu ini masih terhitung murah, pemeliharaanya juga tidak bigitu rumit”

Dalam satu hektar biaya produksi yang dibutuhkan sekitar RP 6.000.000 disitu sudah termasuk alat penyuling ” Mulai dari penyiapan lahan hingga panen biaya yang kiata butuhkan sekitar Rp 6.000.000, per satu hektarnya itu sudah termasuk biaya pembelian alat penyuling” kata Petani itu kepada RADAR NEWS Sabtu (12/05/18).

Hal yang senada juga dikatakan oleh Aman Ros petani Desa setempat, “kalau dihitung-hitung biaya produksi untuk sere wangi ini bisa dikatakan cukup murah bila disesuaikan dengan harga jual minyaknya saat ini”

Dikatakan Aman Ros, 9 bulan sampai dengan umur 1 tahun setelah tanam, sere wangi sudah bisa dipanen, setelah itu setiap 3 bulan sekali tanaman tersebut kembali bisa dipanen secara rutin.

“Sekali panen kalau tanamanya bagus bisa diperoleh minyak ansiri sekitar 150 kg, haraga per kg nya saat ini sikitar RP 330.000 kita kalikan saja” kata Aman Ros seraya tersenyum.

Untuk melakukan penyulingan seorang diri perharinya Petani ini bisa memperoleh minyak atsiri sere wangi sekitar, 7 kg, bila dikalkulasikan dengan harga jual saat ini, beliau mampu meraup uang Rp 2.310.000 persatu hari penyulingan.

“Alhamdulillah harga sere wangi saat ini cukup menjanjikan dan sangat membantu untuk menopang ekonomi serta membiayai anak yang sedang sekolah” sebutnya

Beliau berharap harga minyak sere wangi dari waktu kewangku supanya tambah naik supanya ekonomi masayarakat Gayo Lues cepat meningkat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed