oleh

BBPP Lembang Gelar Pelatihan Barista

ACEH TENGAH RADAR NEWS-Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang menjadi target pengembangan Kementerian Pertanian saat ini. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang turut berpartisipasi mensukseskan Program APBN-P Tahun 2017 dalam hal pengembangan komoditas kopi dengan melatih 60 orang petani dan penggiat kopi di seluruh Indonesia dari 8 provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Aceh, Bengkulu, Jambi, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan, melalui Pelatihan Teknis Tematik Pasca Panen dan Pengolahan Kopi yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Rokhedi, S.Pt.

Seni menyeduh kopi (Barista) menjadi pilihan materi utama yang diinginkan oleh seluruh peserta saat dilakukan Focus Group Discussion (FGD) diawal pelaksanaan pelatihan. Metode FGD yang dipandu oleh Widyaiswara BBPP Lembang, melibatkan para Barista skala Nasional sebagai nara sumber. FGD ini dilaksanakan dengan tujuan agar kebutuhan akan materi pelatihan yang nantinya menjadi kurikulum pelatihan, sesuai  dengan kebutuhan peserta. Materi mana yang belum dikuasai oleh peserta dalam hal pascapanen dan pengolahan kopi, itulah yang menjadi kurikulum pelatihan.

“Untuk pelatihan kali ini, seni menyeduh kopi (Barista) menjadi kebutuhan utama peserta untuk dipelajari, karena memang diharapkan setelah pelatihan ini, mereka akan bisa membuka gerai kopi di daerahnya masing-masing, sesuai dengan sarana prasarana yang akan diberikan Pemerintah pada Program APBN-P 2017 ini”, demikian ungkap salah satu fasilitator yang merupakan Widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil, Aris Hanafiah, S.TP, MP.

Materi lainnya yang juga disampaikan pada pelatihan ini yaitu penentuan waktu panen, cara panen kopi, pengolahan kopi secara basah dan kering, peserta praktik langsung seperti bagaimana proses pulping (pengelupasan kulit kopi), fermentasi, pengeringan dan penyangraian kopi dengan alat-alat pengolahan kopi yang ada di BBPP Lembang.

Praktisi Barista dari Gedogan Coffee and Tea yang berlokasi di Jalan Seram Kota Bandung, Adjie Sampurno dan juga puterinya, Melani diundang khusus ke BBPP Lembang untuk sharing knowledge dan praktik langsung tentang Barista selama 1 hari penuh,

Dengan sangat jelas dan menarik disimak oleh seluruh peserta, Barista kelas nasional ini menjelaskan tentang seluk beluk kopi, budidaya yang dilakukannya hingga pengolahan kopi dan bagaimana proses akhirnya, menyeduh kopi, menjadi suatu minuman yang bercitarasa tinggi. Dijelaskan pula alat-alat yang digunakan dalam pengolahan dan penyeduhan kopi. Di penghujung sesi, peserta diajak untuk praktik langsung menyeduh kopi.

Dengan cekatan, Barista terkenal ini menunjukkan bagaimana  Kopi Robusta dan Arabica diolah dan diseduh menjadi Original Coffee, Cookies and Cream Coffee, Coffee Latte, Cappucino, Espresso dan Black Coffee. dibuat satu persatu oleh peserta dengan bimbingan praktisi tersebut. Terlihat para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini, karena materi dan praktek yang mereka dapatkan dalam pelatihan ini sangat bermanfaat bagi mereka. Selain memberikan bekal pengetahuan dan skill tentang seni mengolah kopi, pelatihan ini juga memberikan motivasi peserta untuk merintis wirausaha dalam bidang prosessing kopi.

Penyuluh Pertanian Gayo berharap diundang ikut pelatihan.

Dalam kesempatan terpisah, seorang penyuluh pertanian dari kabupaten Aceh Tengah, Salman, SP, MP sangat berharap para penyuluh pertanian yang ada di dataran tinggi Gayo juga diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan seperti ini.

“Daerah kita adalah penghasil utama kopi arabika, para penyuluhnya juga perlu mendapatkan pelatihan seperti ini supaya bisa menularkan ilmunya kepada petani dan kelompok tani untuk membengkitkan jiwa kewira usahaan mereka, pelatihan ini sangat penting, karena menyangkut pengetahuan tentang pasca panen kopi yang memiliki prospek ekonomi bagus, supaya petani jangan selalu berada pada posisi dirugikan’ ungkap Salman yang baru-baru ini diundang Kemnetrian Perdagangan untuk mengikuti Bimbingan Teknis Resi Gudang di Jakarta.

Lebih lanjut Salman berharap pihak terkait bisa menjembatani agar para penyuluh juga bisa mengikuti pelatihan seperti ini di BBPP Lembang.“Selama ini kami hanya tau ada pelatihan Barista dari berita di media, padahal ilmu seperti ini sangat kami butuhkan untuk menambah skill kami, saya pribadi berharap pihak terkait bisa melobi pihak BBPP Lembang supaya kami juga diberi peluang untuk mengikuti pelatihan seperti ini” pungkasnya. (Fathan Muhammad Taufiq)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed