oleh

BaraJp Pertanyakan pengadaan Tanah

GAYO LUES. RADARNEWS – Barisan Relawan Jokowi Presiden (BARAJP) Gayo Lues Pertanyakan belanja modal pengadaan tanah kosong di Badan Pengelola Keuanagan Daerah Kabupaten Gayo Lues pada tahun anggaran 2018.

Terkait dengan kegiatan ini jadi perhatian khusus dari BARAJP GALUS,berdasarkan hasil penelurusan sementara tanah tersebut diduga kuat tidak ada, namun Di LPSE Ada,dan mata anggarannya dikelola oleh BPKD yang menganggarkan ini pada tahun lalu dengan sumber alokasi menggunakan APBD menimbulkan pertanyaan, buat apa tanah kosong ini akan di pergunakan dan lokasi belum di ketahui sampai saat ini.

Ketua BARAJP Norman Sembiring ” Kita agak bingung dengan kegiatan ini masalahnya buat apa Badan Pengelola Keuangan melakukan pengadaan tanah, karna biasanya pembeli tanah yang di butuhkan oleh pemda di lakukan oleh SEKDAKAB pada Bagian Umum,tegas Sembiring kepada Media ini.

 

 

Berdasarkan hasil konfirmasi Kepala Badan Pengelola Keuangan Gayo Lues melalui sekretaris Kasimudin menuturkan “Sudah saya konfirmasi ke Kabid aset dan akutansi, tidak ada pengadaan tanah tahun 2018 dan secara akutansi juga tidak ada tercatat di pembukuan kita” via WA Rabu 31/07/19.

Kita tidak mendapatkan penjelasan selanjutnya tentang kegiatan ini apakah pengadaan tanah yang rencanakan senilai Rp 400302000 batal di lakukan, hal ini dapat kita lihat pada tayangan Sirup Lkkp 2018 dengan nomor 17956171.

Saat di konfirmasi Kepala bagian pengadaan barang / Jasa Setdakab Gayo Lues Samsul Bahri, S.Si menuturkan”, terkait kegiatan pegadaan barang dan jasa metode penunjukan langsung itu dikelola langsung oleh SKPK masing – masing ditahun 2018.

Namun ditahun 2019 dengan terbitnya Perpers tahun 2019 nomor 16 tentang pengadaan barang dan jasa harus menggunakan sistem lpse itu berlaku semenjak Januari 2019, ditahun 2018 masih menggunakan perpres lama”,ungkapnya.

 

Bersemabung… (Edy)

News Feed