oleh

Antara Calon Legislatif dan Dukun

Sumber gambar google

RADAR NEWS-Panggung politik adalah arena membangun harapan dan memperjuangkan hak Rakyat kecil sebagai tujuan mulia sistem demokrasi pancasila.

Memasuki tahun politik 2018 akan diwarnai dengan pilkada serentak dan babak baru perpolitikan nasional.

Tahun 2018 adalah proses transisi demokrasi dari pemilihan kepala Daerah menuju pemilihan anggota dewan di tahun 2019.

Saat ini pemilihan Wakil Rakyat sudah semakin dekat, para calon Legislatif (caleg) sudah mulai mengincar dan mecari basis di daerah pemilihan masing-masing untuk memperoleh suara sebanyak mungkin supaya bisa mendapat kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Semua partai akan mengusung anggota dan menyiapkan syarat supaya bisa maju mecalonkan diri untuk Tahun 2019.

bermacam cara nantinya akan dilakukan untuk mendulang pundi-pundi dukungan demi sebuah kemenangan dalam pemilihan anggota Dewan mendatang.

Suguhan akrobatik aktor-aktor politik  semakin aktif dan kembali eksis.
Kelihaian memainkan strategi dan taktik, para aktor yang juga akan menunjukan jurus-jurus politiknya.

Mulai dari memainkan politik yang dibingkai dalam narasi hubungan persaudaraan, sampai menawarkan untuk meningkatkan ekonomi rakyat

Tidak cukup hanya sampai disitu, mungkin jasa Dukun juga akan dilibatkan untuk proses medapatkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat.

Dalam dunia politik semua hal bisa dihalalkan, termasuk “Perdukunan” tentu itu semua demi kepentingan.

Jangankan di Daerah yang masih perimitif, dikota-kota yang sudah majupun jasa dukun masih di manfaatkan termasuk dalam dunia perpolitikan.

Tidak tertutup kemungkinan para caleg akan mendatangi dukun untuk minta bantuan mengubah nasibnya dengan cara mendapat peluang supaya lolos ke parlemen.

Dengan demikian sang Dukun yang menjadi beking caleg akan berupaya agar masyarakat bisa terpesona dengan kelayenya.

Bermacam ritual akan dilakukan dan sang dukunpun akan membaca mantra, atau doa-doa khusus agar keinginannya sang caleg terkabul. “masalah bayaran tergantung kesepakatan”.

Dalam perpolitikan di Indonesia memanpaatkan jasa dukun bukan cerita baru.(Syukri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed