oleh

“Alhamdulillah” Sejauh ini Belum Ada Warga Gayo Lues Dirawat Kerena Terimpeksi Covid-19

dr Mutia Fitri (Jilbab merah) bersama kadis Infokom dan jubir Tim Gugus tugas Covid-19 dr Safwan

GAYO LUES, RADARNEWS-“Meskipun Rumah Sakit Umum Muhammad Ali Kasim Kabupaten Gayo Lues telah menyiapkan satu gedung isolasi untuk pasien Covid-19, namun Alhamddulilah sampai saat ini kita belum merawat satu pasienpun walaupun lebih kurang 10 hari ini sudah banyak yang masuk dari kasus ODP karena keluhan dan gejala yang masih bisa dilakukan karantina di rumah”, sebut Direktur RSU Muhammad Ali Kasim, dokter Mutia Fitri pada saat Konferensi Pers di posko Tim Gugus Tugas Covid-19 Bale Musara Kota Blangkejeren, kamis (2/4).

Kendati demikian atas nama direktur Rumah Sakit Umum Muhammad Ali Kasim Mutia berharap kepada seluruh masyarakat Gayo Lues untuk selalu mengupdate diri sendiri, artinya meningkatkan kualitas kesehatannya, imunnya, dengan selalu mengkonsumsi makanan sehat, mengkonsumsi vitamin, dan juga kepada yang sudah melakukan karantina sendiri di rumah jika memiliki keluhan demam mengalami batuk atau sesak nafas yang berlebihan agar segera ke rumah sakit dengan mengatakan informasi yang sejujurnya.

“Dari beberapa kasus yang kami tangani di rumah sakit masih ada masyarakat kita yang tidak memberikan informasi yang benar artinya tidak menceritakan riwayat perjalanannya selama dalam satu bulan kebelakang ini, sangat penting bagi kami untuk petugas rumah sakit” kata dr Mutia Fitri.

Pihaknya juga bermohon kepada seluruh masyarakat untuk mengindahkan instruksi Gubernur atau Presiden termasuk Bupati Kabupaten Gayo Lues untuk lebih baik berdiam di rumah agar petugas kesehatan merasa tenang karena wabah ini adalah wabah yang belum pernah dialami.

“Bisa dikatakan saat ini kita sedang berperang melawan musuh yang tidak kelihatan, tentu sangat beresiko tinggi bagi petugas-petugas Pelayanan Kesehatan sebagai Garda terdepan”, katanya.

Melalui dr Mutia Fitri jajaran Rumah Sakit mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mengikuti aturan yang dihimbau oleh Pemerintah dan bagi yang belum supaya bersama-sama membiasakan diri dengan pola hidup sehat.

Direktur rumah sakit ini melaporkan dalam kesempatan ini terkait dengan ketersediaan Alat Penindung Diri (APD) untuk petugas Rumah Sakit sudah menerima dua kali bantuan dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh yang bersumber dari Kementerian Kesehatan yaitu berupa APD lengkap 8 set ditambah dengan masker dan 30 buah dan APD disposibel kemudian masker bedah yang biasa sekitar 40 box.

“Mudah-mudahan saat ini masih mencukupi ketersediaan kebutuhan APD untuk petugas kami” katanya.

 

 

 

 

News Feed