oleh

Sebanyak 221 Orang Gila di Gayo Lues, Diharapkan Bebas Pasung

Pada saat acara jemput pasung di Aula Dinkes Gayo Lues dan gambar ilustrasi bersumber dari Google

GAYO LUES RADARNEWS- Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues, tahun ini jumlah orang gila di kabupaten setempat mencapai 221 orang, data tersebut disampaikan Bupati Gayo Lues melalui Asisten II Muhamad Nuh Spd ketika menyampaikan sambutannya pada acara Jemput Pasung bagi Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ) di Aula Dinkes Selasa (30/04/2019).

Tujuan lepas pasung bagi ODGJ merupakan sinergi pemerintah dalam menanggapai permasalahan yang dihadapai masyarakat yang keluarganya menderita ganguan jiwa.

Dari 221 ODGJ, 6 diantaranya ODGJ Berat, 2 orang sudah dikirim ke Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh, 2 orang akan di jemput pasung, sedangkan 2 orang lagi masih dipasung lantaran menolak untuk dijemput pasung

Asisten II berharap dengan diselenggarakannya acara jemput pasung bagi ODGJ di Gayo Lues bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk merawat keluarganya ditempat tertentu yang memang lebih layak.

Di samping itu hal ini menjadi catatan pemerintah daerah untuk terus mengajak keluarga pasian ganguan jiwa baik yang dipasung atau terlantar agar merawat keluargannya di rumah sakit Jiwa.

Proritas untuk kesehatan jiwa mengembangkan upaya kesehatan berbasis masyarakat ( UKBJM) ujung tombaknya adalah puskesmas dengan bekerja sama dengan segala sektor, bertujuan untuk mencegah meningkatnya gangauan kejiwaan di tengah masyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan orang dengan kejiwaan yang dipasung dan terlantar diperlukan upaya komfrehensip dari segala asfek, diantaranya ekonomi dan sosial, upanya ini mengatur pran pemerintah dan masyarakat.

“Masyarakat diharapkan mampu menggali kasus-kasus ganguan jiwa, menghindari pemasungan serta mendorong untuk berobat dan kontrol, sehingga Gayo Lues bebas pasung” kata Asisten

Dijelaskan, Larangan pasung bagi penderita ganguan jiwa oleh Menteri Dalam Negeri Nomor PEM.29/6/15, sudah sejak tertanggal 11 November 1977 yang ditujukan kepada Gubernur, Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia, meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan pemasungan terhadap penderita gangguan jiwa dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menyerahkan perawatan penderita di Rumah Sakit Jiwa. (Syukri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

7 comments

  1. Mungkin akan lebih bijak jika kita tdk menyebut orang gila, tapi orang dengan gangguan jiwa.
    Agar penderita dan keluarga tdk merasa minder dan terkucil dari tatanan sosial. Tks

  2. I’m gratified by the manner in which radarnew.com deals with this type of topic! Usually to the point, often contentious, without fail well-written as well as stimulating.

  3. In my estimation, radarnew.com does a excellent job of handling topics of this type. Even if ofttimes deliberately polemic, the posts are more often than not well researched and challenging.

  4. An outstanding share! I have just forwarded this
    onto a colleague who has been conducting a little homework on this.
    And he in fact ordered me lunch simply because
    I stumbled upon it for him… lol. So allow me to reword this….
    Thanks for the meal!! But yeah, thanks for
    spending the time to talk about this topic here on your web site.

News Feed